CERI Soroti Tender Minyak Mentah Pertamina Masih Undang Vendor Hitam Kejagung

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Rabu, 14 Mei 2025 | 22:41 WIB
Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI). (f: istimewa)
Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI). (f: istimewa)

Namun, CERI menemukan bahwa Bonny Light Crude sempat masuk dalam daftar kebutuhan sebelum tender digelar, dan kemudian dihapus tanpa penjelasan.

“Padahal vendor Bonny Light sempat menawarkan harga lebih murah dibanding vendor yang akhirnya dimenangkan,” ujar Yusri.

Ia juga menyoroti indikasi persaingan tidak sehat dalam proses tender, seperti waktu penawaran yang sangat sempit—penawaran harus masuk paling lambat 8 Januari 2025 pukul 14.00 WIB, dengan masa berlaku penawaran hingga 10 Januari 2025 pukul 20.00 WIB.

“Itu merupakan sinyal kuat bahwa proses tender sudah diskenariokan untuk memenangkan vendor tertentu,” katanya.

Menurut CERI, modus operandi yang umum terjadi adalah oknum perencana pengadaan membocorkan lebih awal informasi kepada vendor ‘jagoan’ agar bisa melakukan forward deal dengan NOC (National Oil Company) penghasil minyak.

Vendor lain yang tidak mendapat informasi itu akan terlambat melakukan pengamanan pasokan, sehingga kecil kemungkinan menang.

“Dari luar, prosesnya mungkin tampak fair dan terbuka. Tapi kenyataannya sudah dikondisikan sejak awal,” demikian Yusri. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X