Deni mengatakan, hal ini menjadi kontraproduktif dengan upaya pemerintah mengerek pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal.
"Ini terus terang saja akan semakin menyulitkan ruang fiskal bagi pemerintahan berikutnya," katanya dalam media briefing di Jakarta, Senin (19/8/2024).
Dengan warisan utang yang begitu besar, pemerintahan mendatang dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola keuangan negara dan menjaga kestabilan ekonomi.***