PASIR PENGARAIAN, RIAUSATU.COM - Romi Yulianto, Kepala Desa (Kades) Kepenuhan Baru, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, bertekad menjadikan desa yang ia pimpin sebagai sentra peternakan sapi di Rohul.
"Saya yakin ada saatnya nanti ketergantungan terhadap sapi dari luar desa akan bisa diakhiri," kata Romi kepada riausatu.com, Jumat (24/11/2023) malam. "Terutama menjelang Hari Raya Haji, begitu tinggi tingkat ketergantungan masyarakat di sini terhadap sapi dari luar desa."
Selain didukung iklim, menurut Romi, ketersediaan pakan sapi yang lebih dari cukup memberikan kemungkinan usaha itu cepat berkembang di Kepenuhan Baru . "Untuk pemasaran pun tidak perlu dicemaskan," tambahnya.
Soal pakan, menurut Romi, areal perkebunan kelapa sawit yang luas di desa itu merupakan sumber pakan yang tidak habis-habisnya. "Kita juga telah meneken MoU dengan sebuah korporasi sawit soal lahan kebun sawit dijadikan sumber pakan sapi," terangnya.
Upaya untuk nenjadikan Kepenuhan Baru sebagai sentra peternakan sapi, menurut Romi, sudah dilakukan sejak lama. "Tepatnya dimulai sejak tahun 2020," ujar Romi, yang mulai menjabat sebagai Kades Kepenuhan Baru terhitung sejak 2019.
Berdasarkan hasil musyawarah desa dengan melibatkan stake holder terkait, menurut Romi, pada tahun 2020 itu dialokasikan sejumlah dana desa untuk pengadaan sebanyak lima ekor ternak sapi.
Kelima ekor sapi itu, lanjut Romi, diserahkan pengelolaannya kepada sejumlah masyarakat kurang mampu yang tergabung dalam sebuah kelompok. "Untuk pengadaan kandang menjadi tanggung jawab kelompok yang dikerjakan secara bergotong royong," ungkap Romi.
Tanggung jawab pemerintahan desa, beber Romi, selain pengadaan sejumlah ekor sapi, juga menyediakan mesin pencecah, yaitu alat untuk membuat pakan ternak.
Romi mengklaim langkah pertama itu cukup sukses. Dalam rentang waktu tiga tahun, sesuai dengan perjanjian, sebanyak lima ekor sapi yang diserahkan pengelolaannya ke kelompok sudah dikembalikan lagi ke desa. "Utuh lima ekor," sebutnya.
"Sapi-sapi dari kelompok itu selanjutnya diserahkan ke kelompok yang baru untuk dikembangkan lagi," terangnya.
Sukses pada tahun pertama, menurut Romi, pada tahun berikutnya, yaitu 2021, kembali dianggarkan dari dana desa untuk pengadaan sejumlah ekor sapi. "Pada 2021 itu sebanyak 22 ekor," terangnya.
Sama dengan tahun pertama, menurut Romi, pengelolaan ke-22 ekor sapi itu juga diserahkan kepada masyarakat miskin yang tergabung dalam kelompok. "Sementara untuk tahun anggaran 2023 ini kita melakukan pengadaan sebanyak 12 ekor sapi," imbuhnya.
Karena peternakan sapi merupakan jenis usaha baru bagi masyarakat setempat, menurut Romi, di desa itu stand by penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk memberi bimbingan teknis. "Kita juga selalu berkoordinasi dengan pihak terkait di kabupaten bila diperlukan," sebutnya.
Karena langkah antisipatif yang cukup bagus, menurut Romi, sejauh ini belum ditemukan persoalan serius pada sapi-sapi yang pengelolaannya diserahkan ke masyarakat. "Termasuk serangan hama penyakit, sejauh ini masih bisa dicegah," tandasnya.
Target Ganda