Zulkifli Syukur: Perlu Dilakukan Strategi dan Metode Dakwah yang Humanis dan Terbarukan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Minggu, 22 Januari 2023 | 14:48 WIB
   Zulkifli Syukur pada acara pembukaan Rakerwil Hidayatullah Riau, Sabtu (21/1/2023). (f: ist)
Zulkifli Syukur pada acara pembukaan Rakerwil Hidayatullah Riau, Sabtu (21/1/2023). (f: ist)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Dakwah di era digital harus mampu mengakomodir kepentingan masyarakat yang bergerak ke arah "budaya massa". Maka dari itu, perlu dilakukan strategi dan metode dakwah yang humanis dan terbarukan.

Demikian dikatakan Kepala Biro (Karo) Admininstrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Zulkifli Syukur pada acara pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Riau sekaligus Seminar Hukum Nasional di Hotel Resty Menara, Sabtu (21/1/2023).

Zulkifli Syukur menjelaskan bahwa metode dakwah terbarukan adalah dakwah melalui media digital. Konsekuensinya adalah dai harus mampu mengembangkan soft skill dan menguasai teknologi sehingga metode dan materi dakwah yang disampaikan bersifat modern.

"Tentunya metode dakwah terbarukan ini memberikan peluang bagi para dai untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan dan dinamika kehidupan umat Islam yang sedang berkembang pada saat ini," terangnya.

Sejalan dengan tema Seminar Nasional Hukum "Dakwah Cerdas Hukum di Era Digital" yang diselenggarakan oleh Hidayatullah Provinsi Riau.

"Tentunya kita berharap terjadinya peningkatan cara berkomunikasi oleh para dai dalam memberikan edukasi tentang hukum di era digital kepada masyarakat," harapnya.

Ia berpendapat bahwa komunikasi memiliki tiga peran penting dalam dunia dakwah di era digital. Pertama membantu dai dalam memahami karakter masyarakat di era digital. Kedua, memastikan sampainya pesan dakwah kepada masyarakat secara efektif. Ketiga, berperan dalam penyampaian pesan dakwah untuk semua segmen masyarakat di era digital.

Ia juga mengatakan, dakwah tidak hanya dimaknai sebagai proses transformasi ilmu agama saja, akan tetapi nilai-nilai Islam yang disyiarkan adalah nilai-nilai yang dapat bersinggungan dengan perkembangan zaman, salah satunya era digital.

Menurutnya era digital merupakan era dimana masyarakat masuk ke dalam gemuruh banjir informasi yang mengakibatkan masyarakat mengalami gegar budaya dan kesulitan mengambil makna dari setiap informasi yang bertebaran.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X