PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Gubernur Riau (Gubri) Drs. H. Syamsuar M.Si. mengatakan abrasi di sejumah pulau terluar di Riau semakin memprihatinkan, bahkan panjangnya sudah mencapai 137 kilometer.
"Ini juga menjadi abrasi yang terpanjang di Indonesia. Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu tidak akan sanggup. Untuk itu kami minta dukungan pemerintah pusat," katanya.
Pulau-pulau terluar dimaksud, menurut Gubri Syamsuar, langsung berhadapan dengan Selat Malaka. "Sehingga jika tidak segera diatasi, maka abrasi akan terus meluas dan mengancam keberadaan pulau-pulau tersebut," tambahnya.
Sejumlah pulau terluar dimaksud, yaitu Pulau Rangsang di Kabupaten Kepulauan Meranti, serta Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis
Menurut Gubri Syamsuar, selain terjadi abrasi pantai di tiga pulau tersebut, di lokasi itu saat ini juga terjadi kerusakan mangrove seluas 16 ribu hektare. Untuk penyebab abrasi tersebut adalah karena karakteristik pulau-pulau itu bertanah gambut.
"Percepatan abrasi ini juga akibat hantaman gelombang laut pada bulan tertentu. Sedangkan untuk kerusakan mangrove," ujar mantan Bupati Siak dua periode ini.
Dengan panjangnya abrasi tersebut, pihaknya sudah memperkirakan penanganannya tidak akan selesai pada 2024 mendatang. Karena itu selain menggunakan dana APBD, penangangan abrasi tersebut juga menggunakan dana APBN.
"Penangangan abrasi itu juga sudah masuk di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Tapi walaupun sudah masuk RPJMN, tidak akan selesai pada 2024 karena begitu panjang abrasinya," sebutnya.***