PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Berbagai langkah dan upaya terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk menyusul setelah ditemukannya kasus unggas positif flu burung di Kabupaten Kampar.
Kendati sejauh ini belum ditemukan kasus manusia terjangkit flu burung di Provinsi Riau, pihak Pemprov Riau telah menyiapkan
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad di Pekanbaru untuk tempat perawatan dan isolasi pasien terjangkit flu burung.
Direktur Utama RSUD Arifin Achmad drg Wan Fajriatul mengatakan, penyiapan ruang isolasi untuk pasien positif flu burung sebagai bentuk antisipasi jika nantinya sewaktu-waktu di Riau ditemukan ada masyarakat yang terpapar virus flu burung.
"Sebagai bentuk antisipasi, kami siapkan ruang isolasi untuk pasien positif flu burung di RSUD Arifin Achmad," katanya, dilansir website resmi Pemprov Riau.
Lebih lanjut dikatakannya, ruangan isolasi tersebut tidak memerlukan tambahan peralatan. Pasalnya, ruangan yang akan digunakan adalah bekas ruangan isolasi pasien positif COVID-19 yang sudah sekitar sebulan belakangan ini tidak digunakan.
"Jadi akan gunakan ruangan bekas isolasi untuk pasien positif COVID-19. Karena saat ini juga sudah kosong, dan peralatan yang ada juga bisa digunakan untuk pasien positif flu burung," paparnya.
Saat ini, pihaknya jug terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan provinsi Riau untuk mengetahui perkembangan penyebaran virus flu burung di Riau.
"Kami terus berkomunikasi dengan dinas kesehatan provinsi Riau untuk memantau perkembangan virus tersebut," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal Arifin mengatakan, pasca adanya temuan unggas yang positif flu burung di Kampar pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Riau. Tujuannya untuk melakukan upaya koordinasi pencegahan penyebaran virus tersebut.
"Sampai saat ini kami belum dapat laporan ada masyarakat Riau yang terjangkit flu burung. Kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau," katanya.