"Beasiswa LPDP ini menekankan basis STEM, sementara ITK adalah satu-satunya perguruan tinggi negeri di Kalimantan yang murni berbasis STEM.
Ini kesempatan luar biasa. Negara-negara maju seperti China dan Korea Selatan telah menunjukkan bahwa kemajuan mereka ditopang oleh kualitas SDM berbasis STEM," papar Prof Agus.
Hingga pertengahan 2026 ini, tercatat sudah ada 10 orang dosen ITK yang berhasil melanjutkan studi lanjutan di luar negeri menggunakan skema pembiayaan penuh LPDP.
Mereka tersebar di sejumlah negara maju seperti Jepang, Inggris, Australia, Korea Selatan, dan Austria. Beberapa di antaranya bahkan telah kembali ke tanah air untuk memperkuat lini pengajaran sains di daerah.
"Dosen yang sudah kembali kini mengabdi di jurusan Statistika dan memimpin program Magister Manajemen Teknologi. Penerima beasiswa ini pada dasarnya adalah diplomat bangsa yang membawa harum nama Indonesia di mata dunia," katanya.***