Persaingan Makin Ketat, LPDP Buka Seleksi Beasiswa Tahap 2

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 15 Juli 2026 | 14:31 WIB
Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Albertus Kurniadi Hendartono. (f: kompas.com)
Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Albertus Kurniadi Hendartono. (f: kompas.com)

 


JAKARTA, RIAUSATU.COM - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi menggelar seminar pembukaan Seleksi Beasiswa Tahap 2 Tahun 2026 yang bertempat di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Kota Balikpapan, Selasa (14/7/2026).

Selain memaparkan skema pendaftaran terperinci, jajaran direksi LPDP menekankan pentingnya integritas tinggi dan melarang keras calon pelamar menggunakan bantuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam menyusun esai pendaftaran.

Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Albertus Kurniadi Hendartono, mengingatkan bahwa proses seleksi pada tahun ini berjalan sangat ketat. Calon peserta diimbau untuk memanfaatkan waktu pendaftaran selama satu bulan ke depan dengan maksimal dan mengedepankan kejujuran personal.

"Persaingan cukup ketat, jadi persiapkan dokumen dengan lengkap dan baik. Lalu yang paling utama adalah integritas. Dokumen itu buat sendiri, jangan gunakan AI. Gunakan tulisan yang benar-benar keluar dari hati," tegas Albertus saat memberikan pemaparan, dilansir kompas.com.

Albertus menjelaskan bahwa pemilihan kampus ITK sebagai lokasi sosialisasi perdana merupakan representasi dari program prioritas pemerintah dalam menerjemahkan kebutuhan pengembangan keilmuan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Hadirnya agenda sosialisasi langsung di Pulau Kalimantan ini juga diharapkan mampu menjamin pemerataan akses informasi beasiswa bagi seluruh lapisan masyarakat di luar Pulau Jawa.

Terkait kendala klasik yang sering dihadapi pelamar seperti persyaratan sertifikasi kemampuan bahasa asing, pihak LPDP kini memberikan berbagai kelonggaran regulasi, khususnya bagi kelompok masyarakat yang masuk dalam komponen afirmasi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

"Kami sadar tidak semua pelamar berasal dari kota besar atau keluarga mampu. Karena itu, ada kemudahan sertifikasi bahasa untuk jalur afirmasi. Tes bahasa kini bisa diperoleh lewat kampus negeri terdekat, tidak melulu harus melalui lembaga kursus yang terkenal dan mahal," imbuh Albertus menjelaskan fleksibilitas aturan.

Saat ini, tercatat terdapat 170 daerah afirmasi yang menjadi fokus perhatian khusus LPDP dengan target minimal memiliki satu alumni penerima beasiswa di setiap wilayah tersebut.

Albertus mengatakan bahwa secara historis, rata-rata kuota penerima beasiswa LPDP berskala nasional berada di angka 4.000 hingga 5.000 orang per tahun.

Fokus pendanaan lembaga saat ini masih didominasi oleh program magister (S2), doktor (S3), dokter spesialis, serta pengembangan skema kolaboratif baru seperti program gelar ganda 3-1-1.

Program khusus ini berjalan dengan skema tiga tahun di dalam negeri, satu tahun di luar negeri melalui kampus lokal, dan satu tahun di kampus mitra luar negeri.

Rektor ITK, Prof. Agus Rubiyanto, menyambut hangat pelaksanaan agenda sosialisasi strategis ini. Menurutnya, program beasiswa LPDP merupakan kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan bagi para dosen dan segenap civitas akademika ITK untuk memperdalam kepakaran sains dan teknologi di kancah global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X