Aldrin Herwany Siap Bawa Unri Jadi 'Mercusuar Peradaban Lahan Basah dan Energi Dunia'

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Kamis, 14 Mei 2026 | 09:35 WIB
Aldrin Herwany, calon Rektor Universitas Riau (Unri) 2026-2030. (f: istimewa)
Aldrin Herwany, calon Rektor Universitas Riau (Unri) 2026-2030. (f: istimewa)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM — Mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di India, Aldrin Herwany, Ph.D., menyatakan kesiapannya membawa Universitas Riau (Unri) menjadi “Mercusuar Peradaban Lahan Basah dan Energi Dunia” jika dipercaya memimpin kampus tersebut sebagai rektor periode 2026–2030.

Visi besar itu menjadi gagasan utama yang diusung Aldrin dalam pencalonannya sebagai Rektor Unri.

Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau tahun 1995 itu menilai Unri memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat unggulan internasional berbasis riset energi, lahan basah, dan inovasi digital yang berakar pada kekuatan lokal Riau.

“Transformasi kampus harus dimulai dari tata kelola yang bersih, kolaboratif, dan berorientasi masa depan,” demikian salah satu gagasan yang disampaikan Aldrin dalam dokumen visi-misinya.

Aldrin resmi mendaftarkan diri bersama tujuh kandidat lainnya dalam proses pemilihan Rektor Unri.

Kehadirannya di bursa pemilihan dinilai membawa warna baru karena memiliki pengalaman akademik, diplomasi pendidikan, hingga jejaring internasional yang cukup luas.

Pria kelahiran Tanjung Karang, 16 Juni 1969, itu bukan sosok asing di dunia pendidikan tinggi.

Setelah menamatkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Unri, Aldrin melanjutkan studi magister Manajemen Keuangan di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, dan lulus pada 2004.

Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi dosen tetap di Unpad.

Karier akademiknya terus berkembang hingga berhasil meraih gelar doktor bidang Administrasi Bisnis konsentrasi Keuangan dari International Islamic University Malaysia (IIUM), Malaysia, pada 2013.

Selain berkiprah sebagai akademisi, Aldrin juga pernah mengemban tugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di India.

Pengalaman itu memperluas jejaring internasionalnya sekaligus memperkuat pemahamannya terhadap pengembangan pendidikan tinggi berbasis kolaborasi global.

Dalam dunia riset dan pengembangan akademik, Aldrin dikenal aktif membangun ekosistem penelitian produktif.

Ia menginisiasi West Java Economic Society (WJES) serta terlibat dalam lebih dari 100 kerja sama internasional atau memorandum of understanding (MoU) dengan berbagai lembaga pendidikan dan institusi luar negeri.

Pengalaman internasional itu turut ditopang sejumlah capaian riset, termasuk penghargaan Outstanding Research yang diperolehnya di Amerika Serikat dan Kosta Rika.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X