MBG di Bogor: Rp15.000 Dianggarkan, Rp4.000 Disajikan, Sisanya ke Mana?

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Senin, 23 Februari 2026 | 13:08 WIB
Penampakan paket menu MBG di SDN Cipayung 02, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin, 24 Februari 2026. (f: Facebook Raden Adnan)
Penampakan paket menu MBG di SDN Cipayung 02, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin, 24 Februari 2026. (f: Facebook Raden Adnan)

JAKARTA, RIAUSATU.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor disorot.

Anggaran disebut Rp15.000 per siswa per hari, namun nilai makanan yang diterima siswa diperkirakan hanya sekitar Rp4.000 per porsi.

Jika benar demikian, ke mana selisihnya mengalir?

Sorotan itu muncul setelah praktisi hukum Dr.(c). Raden Adnan, S.H., M.H. mengunggah surat terbuka di akun Facebook pribadinya, pada Senin, 23 Februari 2026.

Ia menyebut temuan tersebut terjadi di SDN Cipayung 02, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor; di mana anaknya salah seorang murid di sana.

Menurut Raden Adnan, berdasarkan pengamatannya, kualitas dan kuantitas makanan yang dibagikan kepada siswa dinilai tidak mencerminkan alokasi anggaran Rp15.000 per anak per hari.

Ia memperkirakan nilai riil makanan jauh di bawah angka tersebut, yakni Rp4.000.

Jika benar anggaran Rp15.000, sementara nilai sajian hanya sekitar Rp4.000, maka ada selisih yang patut dipertanyakan, tulisnya.

"Anak nggak mau makan, takut kalau makan bisa sakit perut. Barang bukti masih saya simpan di kulkas biar nggak busuk," ujar Adnan, ketika dikonfirmasi barusan.

Riau Satu mencoba menelusuri lebih jauh dugaan tersebut.

Hingga berita ini diposting, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak sekolah maupun dinas terkait mengenai rincian komponen biaya dalam skema MBG di sekolah tersebut:

Apakah Rp15.000 itu mencakup bahan baku saja, biaya distribusi, jasa katering, pengemasan, atau komponen lain.

Jika selisih yang disebut mencapai Rp11.000 per siswa per hari, dan jumlah siswa di Kabupaten Bogor disebut lebih dari satu juta orang, maka potensi perputaran anggaran program ini sangat besar.

Tanpa transparansi, ruang spekulasi akan terus melebar.

Dalam surat terbukanya, Raden Adnan juga meminta perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X