kolom

Menelusuri Jejak Para Rasul di Mesir, Jerusalem, dan Yordania (Tulisan III)

Rabu, 9 November 2022 | 14:56 WIB
Andi Noviriyanti bersama rombongan Tour Arminareka Perdana di depan pintu masuk masjid dan makam Nabi Musa, di Kota Jericho, Jerusalem.

Di kota ini juga diyakini tempat lahirnya Nabi Isa. Hal itu, kata Viras, sesuai dengan Ayat Al-Qur'an yang mengatakan Maryam berjalan ke arah Timur dari Baitul Maqdis/Jerussalem. Diketahui Kota Jericho berada di arah timur.

Selain mengunjungi makam Nabi di Mesir, Jerusalem Israil, rombongan Tour Arminareka Perdana juga berkesempatan ziarah ke Makam Nabi Syuaib di Jordan.

Nabi Syuaib adalah mertua dari Nabi Musa. Dalam Al-Qur'an dikisahkan bagaimana Nabi Musa yang lari dari Mesir. Dalam perjalanan pelariannya itu ia bertemu dua anak perempuan Nabi Syuaib yang menunggu antrian pengambilan air bagi hewan gembalaannya. Kemudian Musa menolong dua anak perempuan tersebut. Akhirnya, ia dijadikan menantu oleh Nabi Syuaib.

Rombongan Tour Muslim Arminareka dari Kairo, Jerusalem, dan Yordania berlangsung akhir Oktober hingga awal November. Menutup rangkaian tour dengan berkunjung ke gua Ashabul Kahfi.

Di mana di gua tersebut juga masih terdapat tulang belulang tujuh pemuda yang tertidur. Gua tersebut tidak terlalu luas.

Di bagian kanan pintu gua, terdapat bagian tempat penyimpanan tulang-tulang tujuh pemuda. Tulang belulangnya bisa terlihat dari kaca kecil yang tembus sampai tempat penyimpanan tulang tujuh pemuda tersebut.

Di bagian dalam, ada ventilasi udara, yang udaranya mengalir dari atas masuk lewat cerobong batu tersebut.

Tak jauh dari gua tersebut tertulis di sebuah batu "Cave of The Seven Sleepers", yang kisahnya terdapat dalam Al-Qur'an.

Menurut Udai, tour guide di Yordania, gua Ashabul Kahfi mengisahkan tujuh pemuda yang melarikan diri dari raja yang menyuruh mereka menyembah berhala.

Akhirnya, mereka bersembunyi di gua Ashabul Kahfi. Sampai kemudian Allah tidurkan mereka ratusan tahun. Ketika bangun dan salah satu dari mereka ke pasar, diketahuilah mereka telah tertidur 300-an tahun.

Menurut Udai, tujuh pemuda itu hanya dibangunkan satu hari untuk melihat kekuasaan Allah. Setelah mereka bangun dan menyadari mereka tidur ratusan tahun, mereka kemudian berdoa dan sujud. Kemudian mereka wafat. Itulah sebabnya tulang-tulang mereka masih terdapat di gua Ashabul Kahfi. ( )

Andi Noviriyanti
Wartawan Riausatu.com

Halaman:

Tags

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB