Dalam konteks yang lebih luas, temuan audit ini memperlihatkan bagaimana lemahnya tata kelola dapat membuka celah bagi persoalan yang lebih serius.
Ketika perencanaan diabaikan, pengawasan lemah, dan keputusan bisnis diambil tanpa kajian memadai, maka perusahaan—terlebih perusahaan daerah—berpotensi menjadi beban, bukan sumber pendapatan.
Kini, ketika kasus ini mulai diusut aparat penegak hukum, publik menunggu satu hal: apakah temuan audit ini akan berhenti sebagai catatan administratif, atau menjadi pintu masuk untuk mengungkap pertanggungjawaban yang lebih substansial.
Audit sudah berbicara. Tinggal bagaimana negara merespons. ***
Novrizon Burman, Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Riausatu.com