Ia pertama kali terpilih menjadi anggota DPRD Riau pada Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Indragiri Hulu–Kuansing.
Lima tahun kemudian, ia kembali melenggang ke gedung yang sama dan dipercaya menjadi Ketua DPRD Riau
Di internal partai, Yulisman juga punya rekam panjang.
Ia sempat menjabat Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan di DPD Golkar Riau.
Latar akademisnya di bidang kimia dari Universitas Riau berpadu dengan pengalaman panjang dalam organisasi, mulai dari Senat Mahasiswa Universitas Riau (1995–1996), Ketua HMI Badko Riau (1998–2000), hingga Koordinator Presidium KAHMI Riau (2017–2027).
Dalam Pemilu 2024, Yulisman menapaki panggung nasional setelah terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau II.
Kemenangan ini menegaskan basis dukungan yang kuat di akar rumput, sekaligus menunjukkan bahwa pengaruh politiknya tidak hanya di Riau, tetapi juga mulai diperhitungkan di Jakarta.
Figur yang Diterima Banyak Kalangan
Bagi sebagian besar kader Golkar, Yulisman adalah sosok yang mampu menenangkan situasi internal partai.
Ridwan GP menilai kelebihan Yulisman justru terletak pada gaya kepemimpinannya yang tenang dan tidak konfrontatif.
“Dia bukan tipe politisi yang mencari sorotan. Tapi di balik sikap tenangnya, ada ketegasan yang membuat lawan bicara menghormati,” ujarnya.
Pandangan serupa datang dari tokoh masyarakat Riau, H. Syamsul Rakan Chaniago, SH, MH, yang juga mantan hakim agung Mahkamah Agung RI.
“Sudah saatnya Yulisman menakhodai Golkar Riau. Ia konsisten dan punya integritas. Kepemimpinannya di DPRD Riau memperlihatkan kemampuan membangun komunikasi lintas partai,” kata Syamsul di Pekanbaru.
Menurutnya, kepemimpinan Yulisman di Golkar akan membawa suasana baru yang lebih tertib dan bersih.
“Partai ini butuh figur pemersatu, bukan pembelah. Dan Yulisman punya kapasitas itu,” ujarnya menegaskan.