kolom

Rinor, Penyusup atau Loyalis? Catatan Politik Novrizon Burman

Kamis, 17 April 2025 | 12:16 WIB
Novrizon Burman, Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Riausatu.com.

Ia ditunjuk menggantikan posisi Yulisman. “Itu atas perintah Ketum,” katanya.

Bagi sebagian pengurus, penunjukan atas nama perintah pusat justru makin memperkeruh suasana.

Seorang Ketua DPD II Golkar di Riau menyebut langkah ini sebagai bentuk “intervensi yang membungkam proses kaderisasi".

Ia khawatir jika pola seperti ini terus terjadi, Golkar akan kehilangan kader-kader loyalnya di daerah.

Polemik makin meruncing setelah isu “penyusup” beredar di kalangan internal.

Namun, Rinor menanggapi santai.

“Saya nggak ngerti itu penyusup-penyusupan. Banyak politisi pindah partai, itu biasa saja,” katanya.

Ia juga menyinggung politisi lain yang berpindah partai demi kekuasaan.

“Kalau saya pindah partai, itu untuk pengabdian. Beda dengan yang pindah karena ingin kursi DPR atau jadi Gubernur,” ujarnya.

Namun sejatinya, perpindahan tokoh partai menjelang momentum penting seperti Musda bukan hal biasa.

Ini hal yang lumrah, bagian dari strategi mengunci dukungan. Apalagi jika datangnya dari pusat.

Kini, semua pihak menanti arah Musda Golkar Riau 2025.

Apakah Rinor akan memperkuat barisan Bahlil di daerah, atau justru menjadi simbol dari kecemasan para kader terhadap dominasi pusat?

Pertanyaannya kini mengendap di benak banyak orang Golkar: apakah Rinor Kuswan adalah penyusup, atau loyalis yang datang membawa restu? ***

Novrizon Burman
Pemred/Penanggung Jawab Riausatu.com

Halaman:

Tags

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB