kolom

Ketua DPD I, SC, dan OC Musda Golkar Riau 2025 Harus Netral

Jumat, 28 Maret 2025 | 14:41 WIB
Nofri Andri Yulan, generasi muda Golkar Riau. (f: istimewa)

Oleh: Nofri Andri Yulan

GOLKAR merupakan partai terbuka (inklusif), mandiri (independen), demokratis, moderat, solid, dan responsif terhadap masalah.

Berfikir konservatif di tengah keterpurukan Partai Golkar (PG) Riau justru akan merugikan partai.

Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Riau Tahun 2025 menjadi momentum perubahan bagi PG Riau.

Komponen masyarakat harus kembali dijangkau.

Segmentasi suara Golkar Riau harus disapa kembali.

Kemunculan SF Hariyanto, Wakil Gubernur Riau, menjadi angin segar bagi kemajuan Golkar Riau.

Seperti mendapat air di tengah gurun karena hasil Pilkada dan Pileg 2024 sungguh sangat menyakitkan bagi PG Riau.

Hasilnya terburuk dalam sepanjang sejarah Golkar Riau karena partai dikelola secara konservatif dan kampungan.

Tidak ada job discription yang jelas antar pengurus. Partai diurus oleh orang tertentu saja.

Ketua Partai nyaris tidak pernah turun ke bawah menyapa kader atau tidak ada agenda konsolidasi.

Lebih cenderung memecah atau meminjam istilah Buya Syafii Ma'rif: politik belah bambu.

Tidak ada melakukan internalisasi nilai-nilai perjuangan Golkar dan doktrin karya kekaryaan kepada setiap kader.

Keanggotaan dan kaderisasi juga tidak jelas.

Makanya maju mundur organisasi terletak kepada Program Partai: kalau partai tidak ada program maka seperti kondisi Golkar Riau saat ini.

Halaman:

Tags

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB