kolom

Novelet Religi  “Sang Tokoh”: [7] Tantangan Pertama

Senin, 18 Maret 2024 | 17:26 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

“Tapi kan..”

“Tidak  pakai tapi-tapian. Ini urusan sensitif. Urusan banyak orang…..Sampai jelas penipuannya dan ada permintaan maaf, baru nanti kita berbubungan lagi. Sekarang ini, saya tidak patut berhubungan dulu….” 

Bagaikan  rentetan tembakan senapan otomatis yang diarah kan ke Sang Tokoh. Sang Tokoh tak diberikan kesempatan menjawab dan menyangkal sama sekali.

Tap. Telepon genggam di sana seketika dimatikan.

Sang Tokoh tercenung. Tak disangka kawannya bersikap demikian. Sebenarnya, jika dihina atau diejek Sang Tokoh tidak apa-apa. Namun, ketika disebut sebagai penipu berkedok agama dia sangat terganggu. Berarti selama ini dia berpenghasilan dari uang haram. Uang hasil mempermainkan agama. Betapa bejadnya manusia seperti ini. Maka Sang Tokoh bertekad membela diri.

Sementara itu, ribuan nitizen telah menghujat Sang Tokoh. Berbagai julukan menyakitkan hati ada di sana. Tanpa menngetahui duduk persoalannya, mereka ramai-ramai memaki dan menghakimi Sang Tokoh

Behitulah dashyatnya media sosial, dalam sekejap dapat melambungkan orang, tetapi dalam waktu singkat pula dapat merusak reputasi orang.

Dampak media sosial bukan cuma dunia maya, tapi juga langsung ke dunia nyata.

Sejak munculnya kasus ini, bertubi-tubi panitia yang telah mengundang Sang Tokoh, menarik diri, membatalkan, mengundurkan jadwal sampai batas yang tidak ditentukan.

Tak sedikit pengundang langsung memberi labeling atau cap buruk kepada Sang Tokoh. Mereka menyakinkan yang ada di media sosial pastilah benar adanya.

“Maaf kami tidak dapat mengundang orang yang telah menipu masyarakat,” kata seorang panitia dengan sinis.

“Ceramah kan untuk pencerahan agar keimanan dan ketaqwaan pendengar lebih kuat dan meningkat. Tapi bagaimana kalau penceramahnya sendiri justeru mempunyai perilaku yang tidak pantas. Terang-terangan mengelabui umat,” kata seorang panitia lainnya.

“Jadi kami sudah memutuskan membatalkan mengundang Anda.”

Menurut catatan Sang Tokoh sendiri, hampir 70 persen yang telah mengundangnya dan memiliki jadwal, menyatakan mengundurkan jadwal dan membatalkan undangan mereka ke Sang Tokoh.

Beribu alasan dikemukakan, tetapi inti mereka sudah tidak percaya kepada Sang Tokoh, setidaknya meragukan kapasistas dan terutama integritas Sang Tokoh.

Halaman:

Tags

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB