kolom

Novelet Religi  “Sang Tokoh”: [7] Tantangan Pertama

Senin, 18 Maret 2024 | 17:26 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

“Saudara-saudara, pertama, terima kasih Saudara-saudara sudah bersusah payah datang ke rumah saya untuk melakukan klarifikasi. Dengan begitu, saya mengharapkan nanti bisa ada keberimbangan informasi. Sekali lagi terima kasih.

Kedua, sesuai dalilnya, siapa menuduh dia membuktikan. Jadi, kalau ada yang menuduh silakan membuktikan. Nanti saya bantah.

Ketiga, saya menegaskan, seluruh yang ditimpakan atau ditudingkan kepada saya, tidak demikian. Tegasnya, tidak benar.

Bukan mau ria ya, saya, alhamdullilah, dapat membaca Al-Qur’an. Referensi untuk menafsirkannya juga memadai. Jadi, saya tidak munafik.

Keenpat, soal tuduhan saya tidak sadarkan diri, atau mati suri, atau apapun namanya, silakan tanya langsung kepada dokter yang menangani saya. Jadi, ini bukan penipuan.

Selanjutnya, kelima, saya tetap berprasangka baik, bahwa yang bersangkutan sebenarnya mau tabayun. Mau cross check. Mau check and recheck. Jadi maksudnya memang mungkin baik.

Oke. Demikian dari saya.”

Begitu Sang Tokoh selesai bicara, sudah kembali diberondong pertanyaan wartawan.

“Kalau boleh satu persatu,” kata Sang Tokoh. Para wartawan pun mengikuti sarannya.

“Apakah Anda kenal dengan orang yang menyerang Anda itu?” tanya seorang wartawan memulai wawancara.

“Iya kenal. Kami berkawan lama ketika sama-sama siswa SMP dan SMA.”

“Mestinya sudah saling kenal.”

“Normal dan kenyataanya begitu.”

“Jadi yang dibilangnya benar dong?” tanya wartawan lain menyambar. Sang Tokoh menoleh kepadanya, dan menatap matanya.

“Kan sudah saya bilang, sepanjang yang dituduhkan kepada saya, tidak benar. Kan Saudara sudah mendengar sendiri juga keterangan saya!”si penanya pura-pura tidak bersalah.

Halaman:

Tags

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB