Atas kesetiaannya terhadap Negara serta kecakapan dalam melaksanakan tugas sebagai PNS, Elen Setiadi memperoleh penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun pada 2008 dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2016.
SF Hariyanto
SF Hariyanto, lahir di Pekanbaru 30 April 1965. Ia memulai karir sebagai PNS tahun 1987. Saat ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, yang dijabatnya sejak tanggal 18 Maret 2021.
Dilansir situs resmi Pemerintah Provinsi Riau, Hariyanto secara resmi dilantik oleh Gubernur Riau H. Syamsuar pada Rabu, 18 Maret 2021. Pelantikan tersebut digelar di Balai Serindit, Gedung Daerah, Jalan Diponegoro.
Sebelum menjadi Sekda Riau, SF Hariyanto sudah cukup lama berkiprah di Pemprov Riau.
Ia sempat dipercaya menjadi Kepala Dinas PUPR Riau (2010) di bawah kepemimpinan Gubernur Rusli Zainal. Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan (2014), dan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Riau (2014).
Dari daerah, Hariyanto mengepakkan sayapnya ke pemerintah pusat. Ia pernah bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta.
Kemudian, dirinya diberi amanah menduduki posisi Inspektur II Wilayah II (Jawa-Bali) di Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR (2019), dan Inspektur VI Bidang Investigasi Kementerian PUPR (2020).
Berbekal pengalaman yang banyak, barulah pada 2021 lalu, SF Hariyanto "pulang kampung" untuk mengabdi kepada tanah kelahirannya sebagai seorang Sekda. Dengan posisi yang sudah ia miliki, Hariyanto memiliki ambisi untuk mempercepat program kerja yang ada.
Dari sejumlah sumber, dari ketiga nama di atas, Budi Situmorang disebut-sebut berpeluang besar ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Pj Gubri.
Sebagai Pj Gubri, Budi Situmorang diberi amanat untuk menyelesaikan tata ruang Riau yang masih belum tuntas sampai sekarang. Termasuk, menyelesaikan sejumlah konflik lahan di Provinsi Riau.
Dua nama lagi, yakni Elen Setiadi tugasnya masih diperlukan di Pusat walau pengajuan namanya atas permintaan langsung Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Sedang SF Hariyanto, resistensi penolakan dari sejumlah elemen masyarakat Riau cukup tinggi, dikarenakan rekam jejak dugaan korupsi dan gaya hedon dan flexing keluarganya yang sempat viral beberapa waktu lalu.