GAGASAN pembangungan Indonesia ke depan yang disampaikan Gibran Rakabuming Raka ketika pendaftaran calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 ke KPU, mungkin dapat dilabel sebagai Gibranomics, karena substansinya lebih mengarah pada penguatan kesejahteraan ekonomi rakyat Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Pertama, melanjutkan dan mengembangkan bantalan sosial masyarakat seperti KIS, KIP, PKH dengan melansir Kartu Indonesia Sehat Lansia (KISL) dan Kartu Anak Sehat Cegah Stanting (KASCS).
Kebijakan ini strategis untuk menjaga konsumsi rumah tangga. Mengurangi beban pengeluaran penduduk akan mendorong pengalihan konsumsi pada komoditas lain, sehingga pertumbuhan konsumsi masyarakat tetap terjaga.
Kedua, hilirisasi komoditas pertambahan, pertanian, dan perikanan. Sektor-sektor ini sangat strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan industri.
Selain akan menyerap banyak sekali lapangan kerja hasil produksi, produk hilirisasi akan menjaga keberlangsungan konsumsi yang meminimalkan impor. Implikasinya sangat besar terhadap penguatan perekonomian dan kemandirian nasional.
Ketiga, pembiayaan kredit star-up milenial. Skema pembiayaan generasi milenial yang ingin berbisnis dengan basis inovasi dan teknologi akan mendorong produktivitas generasi muda yang kreatif dan progresif.
Kebijakan ini menjadi strategis mengingat jumlah generasi muda milenial yang kian bertambah, dan tidak sedikit di antara mereka memiliki talenta yang baik untuk tumbuh dan berkembang.
Keempat, ekonomi hijau dan energi hijau untuk keberlanjutan. Sumber untuk membangun Circular Economy yang optimal di Indonesia sangat banyak.
Indonesia punya laut, sungai, sinar matahari, dan penghasil CPO yang besar. Ini semua akan menjadi dasar bagi tumbuhnya ekonomi hijau yang efisien.
Kelima, dana abadi pesantren sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019. Kebijakan ini kian strategis bila dikaitkan dengan jumlah pesantren dan para santrinya yang kian besar.
Basis pengembangan generasi muda yang bermoral dapat ditumbuhkan melalui program ini, dan produktivitas bangsa pun dapat diawali dari pesantren.
Gibranomics semakin berdampak signifikan bila pembangunan infrastruktur yang berkualitas dapat terus ditingkatkan. Diperlukan pula kestabilan dinamika masyarakat dengan meredam gesekan-gesekan yang tidak kondusif.
Terakhir adalah proses keterlibatan generasi muda milenial itu sendiri dalam pengambilan keputusan pemerintahan dan kebangsaan. ***
Assoc. Prof. Dr. H. Edyanus Herman Halim, SE, MS
Pengamat Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau