Selama pengujian, mesin bensin baru aktif ketika sistem membutuhkan tenaga tambahan, terutama saat kapasitas baterai mulai menipis atau ketika kendaraan menghadapi beban lebih besar seperti tanjakan dan akselerasi.
Dengan kapasitas baterai 18,3 kWh, energi listrik yang digunakan selama perjalanan diperkirakan sekitar 13,36 kWh atau sekitar 73 persen dari kapasitas total baterai.
Jika menggunakan tarif listrik rumah sekitar Rp2.400 per kWh, biaya listrik yang digunakan berkisar Rp32 ribu.
Artinya, total biaya energi yang dikeluarkan untuk perjalanan sejauh 152 kilometer mencapai sekitar Rp67.600, gabungan antara biaya pengisian listrik dan bensin.
Jika dirata-ratakan, biaya perjalanan tersebut berada di kisaran Rp445 per kilometer.
Lebih Relevan Menghitung Total Energi
Pengujian ini memang tidak dimaksudkan untuk menghasilkan angka konsumsi energi terbaik. Gaya mengemudi, karakter jalan, kepadatan lalu lintas, hingga beban kendaraan merupakan variabel yang sulit diseragamkan.
Namun justru dalam kondisi seperti itulah karakter teknologi Dual Mode (DM) milik BYD mulai terlihat.
Mobil memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja secara otomatis ketika dibutuhkan tanpa memerlukan intervensi pengemudi.
Bagi kendaraan plug-in hybrid seperti BYD M6 DM, pertanyaan yang lebih relevan tampaknya bukan lagi berapa kilometer yang bisa ditempuh dengan satu liter bensin, melainkan berapa total biaya energi yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan sebuah perjalanan.
Dan dari pengujian sejauh 152 kilometer ini, jawabannya berada di kisaran Rp67 ribu.***