Pencampuran Etanol dalam BBM: Solusi Turunkan Sulfur

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:37 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Upaya pemerintah untuk menekan emisi kendaraan mendapat angin segar lewat rencana penerapan bahan bakar campuran etanol atau biofuel E10 mulai 2027.

Selain meningkatkan kadar oktan, pencampuran etanol juga diyakini dapat menurunkan kadar sulfur dalam bahan bakar minyak (BBM).

Dosen Program Studi Teknik Pangan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Ronny Purwadi, menjelaskan bahwa etanol sama sekali tidak mengandung sulfur.

Oleh karena itu, jika etanol dicampurkan ke dalam bensin, kadar sulfur di dalamnya akan ikut menurun.

“Bensin itu diproduksi dari minyak bumi dan minyak buminya itu mengandung sulfur, sehingga sulfurnya terbawa ke produk. Sedangkan etanol biasanya tidak menghasilkan sulfur,” ujar Ronny dalam diskusi di Jakarta, Senin (20/10/2025), dilansir kompas.com.

Jadi, ada bahan dengan sulfur dan ada bahan tanpa sulfur. Kalau dicampur, ya berkurang dong. Semakin banyak dicampur, sulfurnya makin berkurang. Logikanya kan seperti itu,” tambahnya.

Ronny menjelaskan bahwa sulfur merupakan unsur alami dari minyak bumi yang otomatis ikut terbawa dalam proses produksi BBM.

Sementara itu, etanol dihasilkan dari bahan baku nabati seperti tebu, jagung, singkong, sorgum, hingga nira aren, sehingga secara alami tidak memiliki kandungan sulfur.

Meski demikian, Ronny menegaskan bahwa penurunan sulfur dari pencampuran etanol tidak akan terlalu besar. “Intinya turun, tapi nggak signifikan, kok. Tipis aja,” katanya.

Saat ini, dua jenis bensin utama milik Pertamina, yaitu Pertalite dan Pertamax, masih memiliki kadar sulfur yang cukup tinggi.

Pertalite dengan RON 90 mengandung sulfur hingga 500 ppm, sementara Pertamax RON 92 juga belum memenuhi batas maksimal 50 ppm sesuai standar Euro 4.

Padahal, pemerintah telah menetapkan bahwa BBM yang sesuai dengan kendaraan berstandar Euro 4 harus memiliki kadar oktan minimal 91, bebas timbal, dan kandungan sulfur maksimal 50 ppm.

Contoh bahan bakar yang sudah memenuhi ketentuan tersebut adalah Pertamax Green 95 atau E5, hasil pencampuran Pertamax dengan etanol sebesar 5 persen.

Produk ini diluncurkan pada 2023 dengan kadar RON 95 dan sulfur maksimum 50 ppm, sehingga sesuai dengan spesifikasi Euro 4.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Resmi Diperkenalkan, BBM Bobibos Karya Anak Bangsa

Sabtu, 8 November 2025 | 20:32 WIB

Ini Kata Pakar Soal Dampak Etanol pada BBM

Rabu, 8 Oktober 2025 | 09:46 WIB
X