Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan oleh Sekda Riau Berlanjut di Polda

photo author
Febriyanto RS, Riau Satu
- Selasa, 1 Agustus 2023 | 17:39 WIB
(Kiri) SF Hariyanto dan Fajar Muhardi. (f: internet)
(Kiri) SF Hariyanto dan Fajar Muhardi. (f: internet)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Dugaan kasus penghinaan terhadap profesi wartawan dengan terlapor Sekretaris Daerah (Sekda) Riau SF Hariyanto berlanjut, perkembangan hari ini Polda Riau telah menggelar dan menganalisa perkara tersebut.

"Kami bersama Kabag Wassidik Polda Riau telah menggelar perkara untuk menganalisa perkara yang kami laporkan beberapa bulan lalu," kata Ketua Umum Pers Tanah Air (PETA) Fazar Muhardi selaku pelapor perkara itu di Pekanbaru, Selasa (1/8/2023).

Dalam gelar perkara tertutup tadi, demikian Fazar, Kabag Wassidik Polda Riau AKBP Dr Azwar telah menyampaikan hasil analisa penyidik dengan kesimpulan-kesimpulan yang cukup memuaskan.

"Besar kemungkinan kasus ini akan berlanjut. Namun kita lihat bagaimana perkembangan selanjutnya nanti bagaimana. Yang jelas, upaya saya ini adalah untuk menjaga martabat profesi kita, jangan ada pihak-pihak yang sembarangan merendahkan wartawan," kata Fazar.

Perkara yang menyeret Sekda Riau SF Hariyanto itu menurut Fazar merupakan penghinaan profesi wartawan yang sangat serius dan harus dikawal tuntas.

"Barang bukti sudah kita serahkan, tinggal nanti bagaimana Polda menyelidiki dan menyidik kasus tersebut yang juga harus sama-sama kita kawal," katanya.

Sebelumnya, setelah kasus viral 'hedonisme' isteri dan anaknya, Sekda Riau SF Hariyanto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial yang dianggap telah menghina dan merendahkan derajat sosial profesi wartawan.

"Dalam video berdurasi kurang dari 1 menit yang beredar di sejumlah media sosial, SF Hariyanto mengungkap klarifikas i atas gaya hidup isterinya yang kerap menggunakan barang-barang mahal. Namun dalam klarifikasinya itu, dia turut menyinggung, melukai dan menghina wartawan," kata Ketua Umum Pers Tanah Air (PETA) Fazar Muhardi.

Menurut Fazar, dalam video singkat yang beredar diberbagai media sosial itu, SF Hariyanto mengungkap persepsi publik terkait profesi wartawan yang terkesan murahan.

"Dia seperti menyepelekan profesi wartawan, seakan-akan wartawan merupakan profesi miskin yang tidak memiliki nilai," kata Fazar.

Dalam video singkat tersebut SF Hariyanto mengungkap hidup mewah isterinya adalah 'hedon palsu' karena semua yang dikenakan merupakan barang-barang palsu (KW).

"Karena gantungannya (tas) itu bagus ya orang tidak ada yang menilai bahwa itu palsu atau tidak palsu. Tapi kalau kawan-kawan wartawan pun pakai (tas) yang asli pun, pasti orang-orang tidak akan percaya kalau itu asli," kata SF Hariyanto dalam video itu.

"Tapi kalau isteri saya pakai yang palsu, pasti orang akan tetap bilang itu (tas) yang asli. Ya itulah, mungkin gantungannya itu yang bagus, tapi ya sudahlah," sambung SF Hariyanto dalam video singkat tersebut.

Ketum PETA Fazar Muhardi menganggap pernyataan SF Hariyanto merupakan ungkapan yang telah menghina sekaligus merendahkan derajat wartawan Indonesia.

"Secara pribadi saya menuntut Sekda Riau SF Hariyanto untuk meminta maaf dalam tempo yang sesingkat-singkatnya," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X