Sumber yang sama juga menyebut adanya peran pengusaha lokal berinisial TR, yang disebut-sebut dekat dengan aparat penegak hukum.
“PT Wiswakharman menang karena ada pengaturan. TR ini pemain lama proyek konstruksi dan konsultan di Riau,” kata sumber itu.
Ia meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir terhadap dampak hukum.
Riau Satu mencoba mengonfirmasi informasi tersebut kepada TR melalui pesan WhatsApp, beberapa waktu lalu.
Namun hingga berita ini diposting, pertanyaan yang dikirim tidak dijawab TR.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah kasus dugaan mark up proyek Tower Riau akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Sementara itu, proyek yang semula dirancang sebagai ikon kebanggaan daerah justru meninggalkan jejak pertanyaan tentang transparansi dan tata kelola pengadaan di Pemerintah Provinsi Riau. ***