Sumiyati mengaku terpaksa memilih jalan damai karena perlu biaya untuk pengobatan sang anak. Lebih dari itu, sang anak pun tidak mau lagi bersekolah di sekolah asal sehingga perlu biaya untuk mendaftar di sekolah baru.
"Tadi hasil mediasi kami dan keluarga ke enam terduga pelaku dipanggil ke sekolah dan sepakat berdamai, dengan menyanggupi biaya pengobatan anak saya sama biaya pindah sekolah,” ujarnya.
Dia berharap kasus serupa terjadi lagi dan proses penyembuhan anaknya lancar, terutama psikis sang anak. Sumiyati mengatakan, sang anak kini hanya berdiam di dalam rumah dan tidak mau melihat teman sebayanya lagi.***