Februari, Pasokan Minyakita akan Ditambah

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 8 Februari 2023 | 12:36 WIB
Ilustrasi Minyakita. (f: int)
Ilustrasi Minyakita. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Kuota pasokan minyak goreng subsidi Minyakita akan ditambah mulai bulan Februari 2023 ini. Menurut keterangan dari Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, pasokan Minyakita yang tadinya 300 ribu ton akan ditambah 150 ribu ton menjadi 450 ribu ton per bulan untuk upaya memenuhi kebutuhan pasar.

"Mulai bulan ini akan ditambah. Sebelumnya (kuota) 300 ribu ton per bulan, kita naikkan menjadi 450 ribu ton per bulan," katanya, dikutip pada Rabu, 8 Februari 2023.

Kebijakan tersebut diputuskan menyusul permintaan minyak goreng subsidi yang dinilai memiliki harga lebih murah Rp14 ribu per liter. Sementara itU, harga minyak curah kemasan berada di kisaran Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per liter, bahkan mencapai Rp20 ribu per liter.

Mendag pun melarang masyarakat untuk membeli Minyakita dalam jumlah yang banyak. Larangan tersebut ditetapkan dengan harapan agar ketersediaan produk di pasaran terjaga secara stabil. Sehingga, nantinya tidak akan terjadi kelangkaan yang dapat berpengaruh pada harga.

"Kita akan melarang pembeli secara banyak atau grosir dan akan mengutamakan barang tersebut masuk pasar. Pembelian dibatasi, boleh orang beli minyak 10 liter, harus menyertakan KTP (Kartu Tanda Penduduk)," ujar Zulkifli Hasan.

Adapun, pembelian dengan jumlah yang banyak tersebut dinilai berpeluang dijual secara daring. Oleh karena itu, hal tersebut dianggap kurang sesuai dengan sasaran program minyak goreng pemerintah.

"Sementara untuk pembelian secara daring akan dikurangi dan diprioritaskan barang masuk pasar,” ucap Mendag seperti dilaporkan Antara, dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Larangan penjualan Minyakita secara daring
Sebelumnya, Zulkifli Hasan sempat mengatakan bahwa pihaknya melarang penjualan Minyakita secara daring lantaran berpeluang dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Menurut Zulkifli Hasan, stoknya pun kini diketahui langka.

"Tadi saya temukan ada pedagang yang menjual Minyakita. Saya tanya dapat dari mana, ternyata dari perantara. Dia jual Rp15 ribu. Padahal harga eceran terendahnya Rp14 ribu," tuturnya.

"Kami sudah selidiki. Minyakita ini harganya yang paling murah, yaitu sesuai harga eceran terendah Rp14 ribu. Kelangkaannya terjadi karena ibu-ibu yang biasanya membeli minyak kemasan bermerek semuanya beralih ke Minyakita," katanya.

Adapun, penjualan secara daring, dan ketersediaannya di pasar-pasar modern juga membuat produk minyak goreng tersebut cepat habis. Zulkifli Hasan pun menargetkan bahwa peredarannya akan kembali stabil dalam waktu dua pekan ke depan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X