Meski Usia Riau Mau 59 Tahun, Nasib Petani Karet di Kuansing Masih Nestapa

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Sabtu, 6 Agustus 2016 | 19:59 WIB

TELUKKUANTAN, RIAUSATU.COM-Masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing) yang mengandalkan hidup dari karet tidak bisa berbahagia seperti yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi Riau saat pesta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Riau pada 9 Agustus mendatang.

Sebab, sudah beberapa tahun terakhir harga jual karet masyarakat tidak pernah mendekati harga yang layak.

''Saat ini saya membeli karet dengan harga Rp5.400 per Kg, itu pun kalau karetnya sudah bermalam,'' ujar Wimbo, salah seorang pengumpul karet di Pangean kepada GoRiau.com, Sabtu (6/8/2016) siang.

?Ya, begitulah gambaran harga karet yang di tengah-tengah masyarakat Kuansing. Kondisi ini sangat jauh bertolak belakang dengan harga-harga kebutuhan pokok di pasar.

''Kami hanya berharap, dengan momen HUT Riau ini, pemerintah memberikan perbaikan terhadap harga-harga hasil perkebunan masyarakat, terutama karet ini,'' ujar Agut, seorang warga Kuansing yang menggantungkan hidup dari pohon karet.

Imbas lain dari rendahnya harga karet adalah lesunya pasar. Banyak pedagang yang mengeluhkan rendahnya nilai jual beli.

''Hanya sedikit orang yang membeli. Mungkin karena harga karet sangat murah. Sehingga minat pembeli sangat sedikit,'' ujar Siti, seorang pedagang di Telukkuantan.

Menurut Siti, pada umumnya masyarakat Kuansing bekerja sebagai petani, tentu sangat berpengaruh terhadap pasar. Jika harga karet murah, secara otomatis akan merusak pada sektor lainnya. (dri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

X