PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat bahwa berdasarkan Angka Sementara (ASEM) produksi padi tahun 2015 di Riau tercatat sebesar 393.917 ton padi Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat sebesar 8.442 ton (2,19 persen) dibandingkan produksi tahun 2014.
''Peningkatan produksi padi antara lain dipengaruhi oleh adanya peningkatan luas panen sebesar 1.509 hektar atau 1,42 persen disertai dengan peningkatan produktivitas yang cukup siginifikan, yaitu sebesar 0,28 kuintal/hektar (0,76 persen) dibanding tahun 2014,'' kata Kepala BPS Riau Mawardi Arsad dalam keterangannya di Pekanbaru, Kamis.
Menurut dia, statistik produksi tanaman pangan yang disajikan dalam Berita Resmi Statistik (BRS) ini terdiri dari luas panen, produktivitas, dan angka produksi serta hanya mencakup komoditas padi, jagung, dan kedelai.
Ia menyebutkan, bahwa angka produksi tanaman pangan yang dirilis tahun 2016 disajikan dengan 2 status angka yang berbeda, yaitu Angka Sementara (ASEM) 2015 dan Angka Tetap (ATAP) 2015.
''ASEM 2015 merupakan realisasi produksi selama satu tahun (Januari¿Desember 2015), tetapi belum final karena mengantisipasi kelengkapan laporan. ATAP 2015 adalah realisasi produksi selama satu tahun (Januari¿Desember 2015) dan merupakan angka final,'' katanya, sebagaimana dilansir Antara.
Sementara itu, berdasarkan musim panen tahun 2015, peningkatan luas panen terbesar secara absolut terjadi pada realisasi panen periode Januari-April sebesar 7.690 hektar (naik 13,81 persen) dibandingkan dengan luas panen pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).
Ia menambahkan, untuk pola panen padi tahun 2015 cenderung mengikuti pola panen tahun 2014. Pada Januari-April terjadi puncak panen di bulan Februari. Selain itu pada Desember 2015 justru terjadi peningkatan luas panen menyerupai keadaan di tahun 2014. (dri)