Harga Minyak Dunia Kembali Melorot, Ini Penyebabnya

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Selasa, 12 Juli 2016 | 11:24 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Harga minyak dunia kembali turun pada Senin (Selasa pagi WIB). Penurunan harga terjadi karena meingkatnya kekhawatiran tentang kembalinya kelebihan pasokan global ke depan dan penguatan USD membuat minyak mentah dalam denominasi USD lebih mahal.

''Pasar minyak tetap defensif setelah penurunan harga pekan lalu meminta perhatian atas fundamental lemah saat ini, termasuk sejauh mana peningkatan produksi OPEC dapat menunda ''rebalancing'' yang dinanti pada keseimbangan pasokan/permintaan global,'' kata Tim Evans dari Citi Futures seperti ditulis Antara, Selasa (12/7/2016).

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 65 sen menjadi berakhir pada USD 44,76 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak WTI merosot sekitar tujuh persen selama seminggu sebelumnya.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September, patokan global, menetap pada USD 46,25 per barel, turun 51 sen dari penutupan Jumat (8/7/2016).

''Para pedagang masih bereaksi terhadap penurunan lebih kecil dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah komersial AS pekan lalu dan kenaikan jumlah rig minyak aktif di AS,'' kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

''Mereka benar-benar mengabaikan fakta bahwa di AS, ada penurunan besar dalam produksi! Jadi kita memiliki situasi di mana masih ada beberapa sentimen penghindaran risiko yang mengakibatkan pasar lebih rendah,'' katanya, sebagaimana dilansir merdeka.com.

Laporan Baker Hughes pada Jumat (8/7/2016) tentang jumlah rig pengeboran aktif di Amerika Serikat, barometer aktivitas produksi di masa depan, menunjukkan kenaikan sebesar 10 rig pada pekan lalu menjadi 351 rig, kenaikan kelima dalam enam minggu.

Pada saat yang sama tahun lalu, pengebor memiliki 645 rig minyak yang beroperasi. "Ini adalah kenaikan kecil," kata Melek.

''Ketika Anda melihat pada grafik dan berapa banyak mereka telah jatuh, ini peningkatan kecil yang tidak akan banyak berpengaruh." Analis Commerzbank juga mencatat pasar minyak kembali ke sentimen negatif, mendorong harga lebih rendah.

''Hanya beberapa minggu lalu, pelaku pasar masih melihat hampir secara eksklusif faktor-faktor yang mendukung harga. Sekarang mereka tampaknya hanya memiliki faktor-faktor bearish lagi. Ini termasuk peningkatan aktivitas pengeboran AS dan USD yang lebih kuat,'' kata mereka dalam catatan kliennya. (dri)



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X