SELATPANJANG, RIAUSATU.COM-Masyarakat Kepulauan Meranti yang sering berbelanja barang kebutuhan sehari-hari ke Selatpanjang hendaklah berhati-hati. Pasalnya, masih banyak ditemukan barang-barang makanan yang sudah kadaluarsa.
Hal itu terungkap ketika Disperindag Kepulauan Meranti menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa toko makanan atau toko kelontong di Selatpanjang, Kamis (2/6/2016). Bersama pihak kepolisian YLPK, dan Karantina, Disperindag mendatangi beberapa toko di Kota Selatpanjang.
Alhasil, rata-rata dari toko tersebut masih ditemukan barang-barang kadaluarsa (expired) yang ditemukan dijual.
''Masih banyak kita temui barang kadaluarsa,'' kata Kepala DisperindagkopUKM Meranti Syamsuar Ramli melalui Kabid Metrologi dan Perlindungan Konsumen Syaiful.
Dari sidak yang mengambil sampel (toko) secara acak ini, pihak Disperindag mengambil barang bukti berupa makanan kadaluarsa untuk dibawa ke kantor. Selain itu, kepada pengusaha diminta untuk segera mengamankan barang kadaluarsa tersebut, agar tidak memajangkan di tempat jualan.
''Kalau bisa dikembalikan ke distributor tentu barang kadaluarsa itu harus segera dimusnahkan,'' kata Syaiful juga mengatakan mereka sengaja tidak mengamankan semua barang kadaluarsa.
''Kepada masyarakat diminta pula untuk senantiasa berhati-hati saat berbelanja,'' imbaunya, sebagaimana dilansir GoRiau.com.
Kemudian, ketika ditanya sanksi atas dugaan kelalaian pihak pengusaha yang beresiko pada konsumen, Syaiful mengatakan saat ini baru bersifat teguran. Namun, jika ditemukan lagi barang kadaluarsa, pengusaha itu akan dikenakan sanksi berupa sanksi administrasi.
Dari beberapa toko yang sempat didatangi pihak Disperindag, Kepolisian, Karantina dan YLPK, seperti toko Aca, Sian Jaya dan sebagainya, ditemukan barang kadaluarsa, dan rusak dimakan tikus. Barang-barang tersebut antara lain, sosis toples, mie instan, pewarna minuman, dan manisan buah (halwa). (dri)