Harga Minyak Dunia Masih Bertahan di Bawah USD 50 per Barel

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Jumat, 20 Mei 2016 | 10:28 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Harga minyak dunia tak banyak berubah di perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Pasar masih fokus pada berlanjutnya gangguan pasokan di Nigeria dan Kanada serta potensi gangguan di Venezuela yang sedang bergolak.

Harga minyak patokan AS minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun tipis tiga sen menjadi berakhir di USD 48,16 per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North untuk penyerahan Juni, turun tipis 12 sen menjadi ditutup pada USD 48,81 per barel di perdagangan London.

Nilai tukar USD terhadap mata uang asing ikut mempengaruhi harga minyak. Penguatan USD didorong oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Juni atau Juli, masih memiliki tekanan turun pada minyak mentah, yang dihargakan dalam USD.

Penguatan USD membuat minyak mentah yang dihargakan dalam greenback lebih mahal dan kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Kanada, kamp-kamp pekerja minyak di wilayah pasir minyak Fort McMurray tetap ditutup dan sekitar satu juta barel per hari produksi tertutup, karena kebakaran hutan meluas menjauh dari daerah tersebut.

''Api terus menyebar ke timur laut, dan menjauh dari masyarakat dan fasilitas-fasilitas pasir minyak serta masuk ke wilayah-wilayah hutan,'' kata manajer kebakaran hutan Alberta, Chad Morisson seperti dikutip Antara, Jumat (20/5), dilansir merdeka.com.

Analis minyak dan gas EY, Sanjeev Gupta mengatakan, pasar juga memantau indikator laju pertumbuhan di konsumen utama di seluruh dunia, setelah Jepang berbalik tumbuh lebih baik dari perkiraan 0,4 persen pada kuartal pertama tahun ini.

''Dalam waktu dekat, pasar minyak akan mengawasi dengan cermat data ekonomi dari Jepang dan Amerika Serikat yang akan dirilis minggu depan,'' kata Gupta. (dri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

X