Setelah Subsidi BBM Dihapus, S&P Mau Lihat Reformasi yang Dilakukan Jokowi

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Selasa, 10 Mei 2016 | 15:11 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Lembaga pemeringkat asing, S&P Rating menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melihat perubahan ekonomi yang dilakukan, dan mengkaji peringkat Indonesia.

Menurut Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, S&P ingin melihat reformasi ekonomi yang sudah dilakukan oleh Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi.

Saat ini, peringkat Indonesia adalah BB+ dengan positive outlook yang naik tahun lalu karena penghapusan subsidi BBM, dan diharapkan akan naik menjadi peringkat layak investasi atau investment grade.

''Nah sekarang mereka ingin melihat kelanjutan dari reformasi. Karena mereka melihat, pemangkasan subsidi BBM itu bagian dari reformasi. Nah reformasi itu mereka ingin lihat, apalagi reformasi yang bisa ditawarkan pemerintah Indonesia kepada investor secara umum. Kalau bicara investor itu ada dua, ada investor di sektor riil yang lewat BKPM dan ada investor sektor keuangan lewat portofolio,'' tutur Bambang dalam keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Di sektor keuangan, Bambang mengatakan, bila peringkat Indonesia naik, maka akan banyak investor asing yang masuk ke pasar keuangan, seperti bursa saham dan obligasi. Pemerintah memang berharap peringkat Indonesia naik menjadi layak investasi atau investment grade.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, menambahkan soal perubahan prinsip di sektor perdagangan. Lembong mengatakan saat ini Indonesia terbuka dari sebelumnya tertutup menjadi terbuka dan internasionalis.

''Presiden jelaskan bahwa reformasi ekonomi ditekankan kepada dua prinsip utama, yaitu keterbukaan dan kompetisi. Bahwa kita akan membuka terus perekonomian kita, untuk memaksa diri kita untuk bisa bersaing,'' jelas Lembong, sebagaimana dilansir detikFinance.

''Dan kita juga mengejar ketertinggalan kita dalam perjanjian perdagangan, misalnya dengan Uni Eropa dua minggu lalu sudah banyak kemajuan di IA-CEPA,'' imbuhnya. (dri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

X