Meski Terus Diserang, Kontribusi Sawit Cukup Besar

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Rabu, 27 April 2016 | 10:52 WIB

YOGYAKARTA, RIAUSATU.COM-Di tengah pro-kontra bisnis sawit, kontribusi industri crude palm oil (CPO) dan produk turunannya terhadap perekonomian nasional, cukup signifikan. Mau tahu?

Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang mengatakan, kegiatan industri sawit terus menjadi sorotan, baik dari dalam negeri hingga berskala global. Aspek yang disorot pun tak jauh dari isu lingkungan, hingga kesehatan.

Namun, masih kata Togar, nesarnya tekanan yang menghadang tak membuat para pelaku bisnis sawit mundur. Dari ekspor sawit, berhasil memberikan devisa yang cukup jumbo. Angkanya bahkan melebihi dari andalan penerimaan negara dari industri hulu minyak dan gas bumi (migas).

''BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat, devisa 2015 sebesar 18,654 miliar dolar AS berasal dari produk CPO, khusus HS15. Ini sudah melebihi migas,'' kata Togar dalam Workshop Wartawan bertajuk ''Gambut Untuk Budidaya Sawit Yang Berkelanjutan, Mungkinkah?'' di Yogyakarta, Selasa (26/4/2016), sebagaimana dilansir inilah.com.

Jumlah devisa itu, kata dia, belum digabungkan dengan produk turunan CPO olahan seperti biodiesel hingga oilchemical. Bila diakumulasi, devisa yang disumbang dari produk CPO dan turunannya sudah menjadi yang terbesar. ''Kalau digabungkan sawit dan turunannya penghasil devisa terbesar untuk Indonesia,'' katanya.

Dia memproyeksikan untuk periode Januari-Februari 2016, sumbangan devisa dari CPO dan produk turunannya tetap mencatatkan angka terbesar. Di tengah produksi yang terpangkas, kegiatan ekspor CPO dan turunannya tetap berkontribusi besar terhadap peningkatan devisa negara. (dri)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

X