Pengembangan Sawit Bisa Sejalan dengan RTMPE

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Jumat, 7 Agustus 2015 | 11:46 WIB

KAMPAR, RIAUSATU.COM-Dalam rangkaian kunjungan ke Kabupaten Kampar, Direktur Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Pertanian RI Dr Wicaksana menyempatkan diri berkunjung ke Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampar Timur Kabupaten Kampar.

Rombongan dari Kementan didampingi langsung oleh Bupati Kampar H Jefry Noer SH dan sejumlah pejabat Pemkab Kampar, Kamis (6/8).

Rombongan Kementan berkunjung ke lahan sawit terkait dana bantuan pengembangan sawit dari BPDP agar tepat sasaran bersama rombongan diantaranya DR Rusman Heriawan selaku Kepala Dewan pengawas (Kadewas) Kementan RI, peneliti senior litbang. Kepala Balai Penelitian Sayur (Balitsa) Liperdi, Dirut Bank Riau Kepri Irvandi Gustari, Anton Direktur Badan pengelolaan Dana Sawit (BPDP) Kementan RI.

''Lahan sawit ini harus dibongkar ditanam dengan bibit yang baru dan lebih baik lagi. Lahan ini ibarat rumah yang harus dibongkar, dibangun ulang,'' ungkap Dr Wicaksana yang prihatin melihat lahan tanaman sawit tidak memakai bibit yang baik, sehingga bisa dipastikan tidak akan menghasilkan yang baik pula.

Sementara Kepala Dewan pengawas (Kadewas) Kementan RI Dr Rusman Heriawan, menjelaskan di Kementerian Pertanian RI, terdapat dana untuk bantuan pengelolaan dan pengembangan sawit, karena itu agar tepat sasaran maka dilakukan pemetaan wilayah. Bila telah dilakukan pemetaan wilayah, maka akan diketahui daerah yang memang memerlukan bantuan pengembangan sawit dan tepat guna.

Menanggapi hal itu, Bupati Kampar H Jefry Noer SH mengintruksikan kepada dinas terkait dan Kepala Desa untuk mendata para petani sawit di Pulau Birandang, kemudian dikumpulkan.  Dikatakannya, masyarakat yang mengembangkan sawit dapat sekaligus menjalankan usaha Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE), karena program RTMPE juga bisa sejalan dengan perkebunan sawit.

''Masyarakat petani sawit di sini bisa juga membuat RTMPE. Di sela-sela tanaman sawit dan sambil menunggu sawit tumbuh, petani bisa memanfaatkan lahan 1000 Meter untuk dibuat program RTMPE. Hal ini berguna, ada tambahan petani, selain sawit,'' ujar Jefry, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.

Jefry Noer juga mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar berusaha mencoba menaikkan ekonomi masyarakat. ''Kita butuh bibit yang baik dan unggul, agar hasil panen sawit baik, dan yang paling penting lahan ini tidak diperuntukkan bagi petani luar Kabupaten Kampar.  Harus berasal dari masyarakat tempatan dan petani miskin, bukan petani yang telah memiliki lahan luas,'' ucapnya. (dri)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X