Dinas Pertanian Janji Upayakan Sumber Air Sawah

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Minggu, 2 Agustus 2015 | 14:55 WIB

KAMPAR, RIAUSATU.COM-Musim kemarau panjang telah mengancam hasil panen sawah di Kabupaten Kampar tahun ini. Pada umumnya sawah di Kabupaten Kampar masih tadah hujan sehingga mengalami kekeringan. Sejumlah petani mengharapkan adanya bantuan pembuatan sumur bor dan irigasi dari Pemerintah Kabupaten Kampar.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar Hendri Dunan ketika dikonfirmasi mengaku bahwa pihaknya telah mendata permintaan petani sawah di Kabupaten Kampar termasuk yang disampaikan sejumlah petani di Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang, Sipungguk Kecamatan Salo dan lainnya.

Namun menurut Hendri, masyarakat diharapkan bersabar karena pembuatan sumur bor maupun irigasi membutuhkan dana yang cukup besar. ''Kita berharap tidak hanya dana APBD Kampar tapi kita telah berupaya mendapatkan kucuran dana provinsi dan pusat,'' beber Hendri, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.

Untuk tahun ini Pemkab Kampar minimal telah menganggarkan pembuatan sumur bor untuk sawah sebanyak 5 unit.

Salah seorang petani di Desa Muara Uwai, Bakhtiar (52) kepada wartawan, Kamis (30/7/2015) mengungkapkan, persoalan kekeringan memang menjadi kekhawatiran petani padi pada umumnya di Kecamatan Bangkinang karena pada umumnya sawah-sawah di sini hanya mengandalkan air hujan, tidak semua dialiri air irigasi.

Untuk mengantisipasi itu sebenarnya petani telah berkali-kali menyampaikan usulan kepada dinas terkait agar dibantu pembuatan sumur bor untuk mengantisipasi kekeringan saat kemarau panjang. Namun harapan tersebut kata Bakhtiar belum dikabulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar. Dia dan beberapa petani lainnya sangat berharap Pemkab Kampar atau pemerintah pusat dan provinsi.

Keluhan senada juga disampaikan beberapa petani di Muara Uwai dan Desa Sipungguk Kecamatan Salo. Menurut petani, mereka berharap Pemkab Kampar bisa mengucurkan bantuan irigasi dan sumur bor karena sawah-sawah di Salo juga mengandalkan air hujan.

Dari pantauan Kamparkab, kekeringan sawah melanda daerah Teratak, Muara Uwai, Uwai,  Kelurahan Pulau, Binuang dan Sipungguk serta beberapa desa di Kecamatan Kuok seperti Pulau Jambu.

Tanaman padi rata-rata telah memasuki masa panen namun banyak buah padi hampa dan warnanya sudah mengering. Tanah kelihatan retak dan strukturnya keras karena sudah lama tak disirami hujan. (dri)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

X