ekonomi

Harga Minyak Dunia Naik Hampir 10 Persen Sepekan, Jadi Segini

Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:26 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Harga minyak dunia masih membukukan kenaikan tajam sepanjang pekan ini, meski terkoreksi lebih dari 3 persen pada akhir perdagangan Jumat (24/7/2026) waktu setempat atau Sabtu (25/7/2026) pagi WIB.

Mengutip Reuters, dilansir kompas.com, harga minyak mentah Brent ditutup turun 3,88 persen atau 3,91 dollar AS menjadi 96,78 dollar AS per barrel, setelah sehari sebelumnya sempat menembus level 100 dollar AS per barrel untuk pertama kalinya sejak Mei.

Meski demikian, harga Brent masih mencatat kenaikan hampir 10 persen sepanjang pekan ini.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat ditutup melemah 3,12 persen atau 2,88 dollar AS menjadi 89,31 dollar AS per barrel.

Secara mingguan, WTI masih menguat sekitar 8,27 persen.

Pelemahan harga minyak pada Jumat terjadi setelah sejumlah sumber menyebut China mendorong dimulainya kembali perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang sebelumnya terhenti.

Harga minyak sempat melonjak sepanjang pekan akibat saling serang rudal antara AS dan Iran, berkurangnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz, serta serangan kelompok Houthi Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

"Tidak ada yang lebih disukai pasar ini selain harapan," kata Mitra Again Capital, John Kilduff.

"Tidak ada yang ingin tertipu, jadi setiap petunjuk bahwa situasi ini mungkin bisa diselesaikan, akan dimanfaatkan pasar," tambahnya.

Analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, menilai pasar energi masih berada dalam kondisi yang rentan meski harga terkoreksi.

"Secara keseluruhan, persediaan minyak masih cukup ketat. Situasi ini bisa berubah dengan sangat cepat, sehingga perkembangan ke depan perlu terus dicermati," kata Flynn.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menjatuhkan 'hukuman militer besar' terhadap Iran dan kelompok Houthi setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Iran sebelumnya disebut mendesak kelompok Houthi menutup jalur Bab el-Mandeb apabila AS terus menyerang infrastruktur energi Iran.

Jalur tersebut merupakan rute pengiriman energi terpenting kedua di dunia setelah Selat Hormuz.

Halaman:

Tags

Terkini

Otorita IKN Buka Lowongan Kerja Tim Profesi Ahli

Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:24 WIB

Hore! Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Mulai Cair

Jumat, 24 Juli 2026 | 13:19 WIB

BNI Buka Lowongan Kerja, Lulusan SMA Boleh Ikut

Senin, 20 Juli 2026 | 15:45 WIB

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB