Data pelacakan kapal Kpler menunjukkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih bertahan pada tiga kapal per hari dalam tiga hari terakhir.
Sementara itu, lalu lintas kapal komoditas di Bab el-Mandeb meningkat menjadi 32 kapal pada 23 Juli dari 26 kapal sehari sebelumnya.
"Di perairan yang terdampak, kapal-kapal masih terus bergerak. Jadi situasinya belum menjadi blokade total seperti yang sebelumnya dikhawatirkan sebagian pelaku pasar," kata Analis UBS, Giovanni Staunovo.
Sementara itu, analis JPMorgan memperkirakan setiap tambahan satu bulan gangguan pasokan minyak dapat mendorong harga Brent naik sekitar 7-8 dollar AS per barrel.
Jika gangguan berlangsung hingga tiga bulan, rata-rata harga Brent diperkirakan bisa mencapai sekitar 114 dollar AS per barrel.
Di luar Timur Tengah, Rusia pada Jumat menyatakan telah menyerang tiga pelabuhan Ukraina yang menjadi infrastruktur logistik, termasuk fasilitas bongkar muat dan cadangan bahan bakar.
Di saat yang sama, Kazakhstan mengungkapkan sejumlah perusahaan minyak untuk sementara mengurangi produksi, setelah dugaan serangan drone Ukraina memaksa terminal ekspor minyak utama di Laut Hitam ditutup.***