Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dollar AS Per Barrel, Ini Pemicunya

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 24 Juli 2026 | 09:49 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)
Ilustrasi. (f: kompas.com)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Harga minyak dunia menembus level 100 dollar AS per barrel untuk pertama kalinya sejak Mei 2026 pada akhir perdagangan Kamis (23/7/2026) waktu setempat atau Jumat (24/7/2026) pagi WIB.

Kenaikan dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan minyak global setelah kelompok Houthi di Yaman mengaku menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Serangan itu memperburuk gangguan pasokan yang sebelumnya sudah terjadi akibat hampir terhentinya lalu lintas perdagangan melalui Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, seperti dilansir kompas.com, arga minyak mentah Brent naik 6,62 dollar AS atau 7 persen menjadi 100,69 dollar AS per barrel, sekaligus menjadi penutupan tertinggi sejak 22 Mei.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) naik 5,36 dollar AS atau 6,2 persen menjadi 92,19 dollar AS per barrel, level penutupan tertinggi sejak 4 Juni.

Sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari, harga Brent telah melonjak hampir 40 persen, dengan sebagian besar kenaikan terjadi sepanjang bulan ini.

Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, mengatakan meningkatnya risiko perang darat serta terganggunya lalu lintas kapal tanker di dua jalur pelayaran minyak utama dunia membuat harga minyak semakin mendekati rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir.

"Dengan kemungkinan perang darat yang terus meningkat dari hari ke hari, serta lalu lintas kapal tanker yang dibatasi di dua jalur pelayaran tersibuk di dunia, harga minyak mentah kini semakin mendekati rekor tertinggi empat tahun di level 126,41 dollar AS per barrel, sementara ekonomi global terus menguras persediaan energi dengan sangat cepat," ujar Yawger.

Kelompok Houthi sebelumnya menyatakan telah membuka front baru dalam perang di Timur Tengah itu dengan menargetkan kapal-kapal pengangkut minyak Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb.

Kelompok itu juga mengumumkan blokade laut terhadap pengiriman minyak dari Arab Saudi.

Media pemerintah Arab Saudi, SPA, mengonfirmasi salah satu dari dua kapal tanker yang diserang terbakar saat berlayar di Laut Merah, meski tidak menyebut pelaku serangan.

"Eskalasi ini memperparah hampir terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz serta penurunan tajam ekspor minyak Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan minyak global dalam jangka pendek," tulis analis Gelber & Associates dalam catatannya.

Para analis memperkirakan Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb dilalui sekitar seperempat pasokan minyak dunia.

Meski begitu, data pelayaran menunjukkan dua kapal tanker raksasa asal China yang mengangkut total 4 juta barrel minyak Arab Saudi berhasil keluar dari Laut Merah melalui Selat Bab el-Mandeb pada Kamis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Mulai Cair

Jumat, 24 Juli 2026 | 13:19 WIB

BNI Buka Lowongan Kerja, Lulusan SMA Boleh Ikut

Senin, 20 Juli 2026 | 15:45 WIB

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB
X