PALOPO, RIAUSATU.COM — Antrean panjang kendaraan disertai isu pengisian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken menjadi sorotan warga di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Keluhan tersebut mencuat setelah pengisian BBM di SPBU Padang Alipan dihentikan secara mendadak pada Senin malam, sehingga memicu perbincangan luas di media sosial.
Keluhan warga ramai dibagikan melalui Facebook, salah satunya oleh akun Zhariiil Taslim di grup Palopo Info.
Dalam unggahannya, Zhariiil mengaku telah mengantre sekitar satu jam sebelum pengisian BBM dihentikan petugas SPBU sekitar pukul 21.00 WITA.
“Sudah antre satu jam, tiba-tiba pengisian diberhentikan dengan alasan jaringan jelek dan dilanjutkan besok pagi. Kejadiannya sekitar jam 21.00 WITA. Semoga tidak ada oknum yang bermain,” tulis Zhariiil.
Unggahan tersebut mendapat perhatian warganet dan dibagikan sebanyak tujuh kali.
Sejumlah warga lain kemudian turut menyampaikan keluhan, terutama terkait dugaan pengutamaan pengisian BBM menggunakan jeriken dibanding kendaraan yang telah lama mengantre.
Akun Facebook Hariyanti Anty menyebut kondisi serupa juga terjadi di wilayah Salubolu.
Ia mengeluhkan pengisian jeriken yang dinilai lebih diprioritaskan dibanding kendaraan roda dua dan roda empat yang sudah mengantre.
“Sama di Salubolu, lebih dipentingkan isi jeriken yang dekat pompa daripada kami yang antre dari tadi. Ujung-ujungnya tidak dapat bagian,” tulisnya.
Keluhan lainnya disampaikan akun Hamka yang menilai pengisian BBM menggunakan jeriken mengganggu kelancaran antrean dan memicu kemacetan di sekitar SPBU.
Menanggapi hal tersebut, Manager SPBU Padang Alipan, Piter, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, menegaskan bahwa penghentian pengisian BBM pada malam itu bukan disebabkan gangguan jaringan, melainkan karena jam operasional SPBU telah berakhir.
“Kejadian tadi malam bukan karena jaringan. Memang jam operasional SPBU kami sudah tutup,” ujar Piter.
Ia menjelaskan, SPBU Padang Alipan memiliki batas waktu operasional hingga pukul 20.30 WITA.
Adapun terkait pengisian BBM menggunakan jeriken, Piter menegaskan pihaknya hanya melayani jeriken yang memiliki barcode resmi sesuai ketentuan dari Pertamina.