Terkait penyebab kebocoran pipa, proses perbaikan, maupun potensi kerugian yang timbul akibat insiden tersebut, Agung menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada TGI sebagai pengelola jaringan pipa gas.
Sebelumnya diberitakan, ledakan pipa gas milik TGI di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, berdampak langsung pada keberlanjutan produksi minyak di Blok Rokan dan berpotensi menekan capaian lifting minyak nasional.
Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, mengatakan terhentinya suplai gas dari lapangan Jambi Merang telah memengaruhi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang menopang kebutuhan listrik dan uap untuk produksi minyak di Blok Rokan.
“Blok Rokan sangat bergantung pada pasokan listrik dan uap dari PLTGU. Ketika suplai gas terganggu akibat ledakan pipa, produksi minyak otomatis ikut terdampak,” ujar Yusri.
Ia menyebutkan, produksi minyak Blok Rokan yang sebelumnya berada di kisaran 165.000 barel per hari dilaporkan turun menjadi sekitar 120.000 barel per hari.
Dalam kondisi tertentu, produksi bahkan sempat merosot hingga sekitar 30.000 barel per hari. ***