Tingkat Kemiskinan 2025 di 38 Provinsi Indonesia Versi BPS, Riau Rangking Berapa?

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 10:48 WIB
Ilustrasi. (f: unair.ac.id)
Ilustrasi. (f: unair.ac.id)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru tingkat kemiskinan di seluruh provinsi Indonesia, dari yang terendah hingga tertinggi.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, tingkat kemiskinan tercatat 8,47 persen, lebih rendah dibanding 8,57 persen pada September 2024.

Jumlah ini turun 0,10 poin persentase terhadap September 2024 dan 0,56 poin persentase terhadap Maret 2024.

Sementara itu, seperti dilansir kompas.com, jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 23,85 juta orang atau turun 0,20 juta orang terhadap September 2024 dan lebih rendah 1,37 juta orang terhadap Maret 2024.

Lantas, provinsi mana yang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia?

Berdasarkan data BPS per 25 Juli 2025, Bali tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia, yakni 3,72 persen.

Posisi berikutnya ditempati oleh Kalimantan Selatan sebesar 3,84 persen, dan DKI Jakarta dengan 4,28 persen.

Sementara itu, Papua Pegunungan mencatatkan angka kemiskinan tertinggi mencapai 30,03 persen, yang berarti hampir sepertiga penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

Berdasarkan data BPS 2025, berikut daftar provinsi dengan tingkat kemiskinan di Indonesia yang disusun dari yang terendah hingga tertinggi:
Bali – 3,72 persen
Kalimantan Selatan – 3,84 persen
DKI Jakarta – 4,28 persen
Kepulauan Riau – 4,44 persen
Kepulauan Bangka Belitung – 5 persen
Kalimantan Timur – 5,17 persen
Kalimantan Tengah – 5,19 persen
Sumatera Barat – 5,35 persen
Kalimantan Utara – 5,54 persen
Banten – 5,63 persen
Maluku Utara – 5,81 persen
Kalimantan Barat – 6,16 persen
Riau – 6,16 persen
Sulawesi Utara – 6,71 persen
Jawa Barat – 7,02 persen
Jambi – 7,19 persen
Sumatera Utara – 7,36 persen
Sulawesi Selatan – 7,60 persen
Jawa Tengah – 9,48 persen
Jawa Timur – 9,50 persen
Lampung – 10 persen
Sumatera Selatan – 10,15 persen
DI Yogyakarta – 10,23 persen
Sulawesi Barat – 10,41 persen
Sulawesi Tenggara – 10,54 persen
Sulawesi Tengah – 10,92 persen
Nusa Tenggara Barat – 11,78 persen
Bengkulu – 12,08 persen
Aceh – 12,33 persen
Gorontalo – 13,24 persen
Maluku – 15,38 persen
Papua Barat Daya – 17,95 persen
Nusa Tenggara Timur – 18,60 persen
Papua – 19,16 persen
Papua Selatan – 19,71 persen
Papua Barat – 20,66 persen
Papua Tengah – 28,90 persen
Papua Pegunungan – 30,03 persen.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menekankan pentingnya pemahaman publik terhadap makna dan proses di balik angka-angka kemiskinan.

“Dalam pendataan Susenas, yang didata adalah rumah tangga. Ada sekitar 345.000 rumah tangga yang menjadi sampel pada Maret 2025,” jelasnya dikutip dari laman BPS.

Pada Maret 2025, rata-rata garis kemiskinan nasional tercatat sebesar Rp 609.160 per kapita per bulan.

Artinya, sebuah rumah tangga miskin dengan rata-rata 4,72 anggota memiliki pengeluaran di bawah Rp 2.875.235 per bulan.

“Garis kemiskinan dihitung berdasarkan pengeluaran kebutuhan dasar rumah tangga, baik makanan maupun non-makanan,” tambah Ateng.

Perlu dicatat, garis kemiskinan yang dirilis adalah angka rata-rata nasional, sementara setiap daerah memiliki garis kemiskinan yang berbeda, dipengaruhi harga dan pola konsumsi masyarakat setempat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X