JAKARTA, RIAUSATU.COM -- Pertalite saat ini masih menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang diincar masyarakat. Pasalnya, harga bensin ini relatif murah dibandingkan dengan yang lain.
Tapi, bagi masyarakat yang masih memakai Pertalite harus siap-siap. Pasalnya, pembelian Pertalite kini harus disertai dengan syarat khusus. Syarat tersebut adalah QR Code dari aplikasi MyPertamina.
Saat ini, SPBU mulai menanyakan hal tersebut ketika ada masyarakat ingin mengisi BBM. Hal ini tengah berlangsung di beberapa wilayah, salah satunya adalah Kalimantan Utara.
Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara pada Selasa 6 Agustus 2024, PT Pertamina Patra Niaga terus berupaya memastikan BBM subsidi tepat sasaran. Termasuk dengan memperluas data QR Code (Quick Response Code/kode respon cepat).
"Perluasan pendataan tahap satu dimulai pertengahan Juli meliputiwilayah Jawa Madura Bali (Jamali) dan beberapa wilayah non Jamali yaitu Kepri, Maluku, NTT, Maluku Utara, Gorontalo, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Arya Yusa Dwicandra.
Sebenarnya, kebijakan ini sudah diterapkan di 41 kota/kabupaten sejak Juli 2024. Tapi, tahapan kebijakan baru diperluas hingga akhirnya berlaku di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk tahap satu, kebijakan ini dimulai dari pertengahan Juli dengan wilayah meliputi Jawa Madura Bali (Jamali) dan beberapa wilayah non Jamali yaitu Kepri, Maluku, NTT, Maluku Utara, Gorontalo, Kaltim termasuk Kaltara.
Arya menjelaskan kebijakan pendataan penggunaan Pertalite dilakukan ebagai upaya perusahaan untuk mencatat transaksi BBM penugasan secara lebih baik dan transparan, mengingat adanya anggaran kompensasi yang diberikan Pemerintah untuk produk Pertalite.
“Perluasan wilayah ini dilakukan secara bertahap mulai di 190 kota/kabupaten wilayah Jamali dan sebagian Non Jamali, kemudian untuk provinsi lainnya atau sebanyak 283 kota/kabupaten lainnya akan menyusul di tahap berikutnya,” kata Arya.
Diharapkan dengan berlakunya kebijakan ini, pemerintah bisa mengetahui para pengguna subsidi BBM. Fungsinya untuk minimalisir potensi penyelewengan atau penyalahgunaan BBM di lapangan. Tercatat, hingga awal Juli 2024, sudah ada lebih dari 4,6 juta pengguna Pertalite sudah terdaftar di MyPertamina dan dapatkan QR Code.***