Terindikasi, BBM Bakal Naik Bulan Depan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 29 Mei 2024 | 08:25 WIB
Mengisi BBM di SPBU. (f: ayobandung.com)
Mengisi BBM di SPBU. (f: ayobandung.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Masyarakat kini harus berwaspada dalam menghabiskan uangnya. Pasalnya, ada indikasi jika Harga BBM akan alami kenaikan pada bulan depan.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangannya. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah menimbang apakah Harga BBM akan naik atau tidak.

Dalam keterangannya, Presiden Jokowi menyatakan saat ini pemerintah tengah menimbang apakah kemampuan fiscal (keuangan) negara masih cukup untuk menahan Harga BBM tidak naik seperti sebelumnya.

Pasalnya, pemerintah memang sudah menahan Harga BBM agar tidak naik sejak awal tahun 2024. "Semuanya dilihat fiscal negara. Mampu atau tidak mampu, kuat atau tidak kuat," ucap Presiden Jokowi, dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Jokowi menjelaskan saat ini kemampuan fiscal dan APBN negara tengah dikalkulasi ulang. Pasalnya ada berbagai kondisi yang merubah stabilitas saat ini. Salah satunya kondisi geopolitik, dan juga konflik di Timur Tengah yang memengaruhi harga minya dunia.

"Harga minyaknya sampai seberapa tinggi. Semuanya akan dikalkulasi, semua akan dihitung," ucapnya.

"Semua akan dilakukan lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang, karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak," tutur Jokowi.

Jokowi meminta agar pertimbangan kenaikan harga BBM di Juni nanti dilakukan dengan matang. Pasalnya, ini akan menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Minyak memiliki dampak yang luas, bisa memengaruhi harga-harga, bisa mempengaruhi banyak hal," tuturnya.

Perlu diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, sebelumnya menjelaskan pemerintah mempertimbangkan menahan harga BBM agar tetap stabil hingga bulan Juni 2024.

Namun, gejolak harga minyak dunia, eskalasi konflik di Timur Tengah, dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah membuat biaya kompensasi dan subsidi BBM di dalam negeri meningkat.

"Dengan mempertahankan kebijakan ini hingga bulan Juni 2024, pertimbangannya adalah agar kita bisa pulih sepenuhnya, dan masyarakat tidak terbebani dengan tambahan biaya," ujar Arifin.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X