"Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Gubernur," ucapnya dengan mata berkaca-kaca, karena merasa gembira.
Apalagi, Gubri Syamsuar langsung menyerahkan kunci secara simbolis. Sebelumnya, kata Sarbini, ia dan keluarga terpaksa menumpang di rumah keluarga karena rumahnya tergerus laut alias abrasi.
"Alhamdulillah kami sekarang punya rumah lagi, yang jauh lebih bagus," katanya penuh syukur.
Usai menyambangi Desa Tanjung Baru, Syamsuar bersama rombongan beranjak menuju salah satu Rumah Tahfidz atau TPQ Asy-Syifa' di Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra.
Perlu waktu sekitar satu jam untuk sampai ke lokasi itu. Hujan deras sepertinya tidak menyurutkan langkah Syamsuar untuk ke sana.
Apalagi, setiap menuju lokasi, transportasi yang digunakan adalah sepeda motor.
Sampai di Rumah Tahfidz, Gubri Syamsuar sempat berinteraksi dengan murid-murid tahfidz yang berjumlah sekira 150 orang.
Seperti diketahui, Gubri Syamsuar punya perhatian khusus terhadap rumah-rumah tahfidz ini.
Bahkan, Syamsuar sengaja menyiapkan guru tahfidz dari Yaman, yang siap mengajari anak-anak Riau bagaimana cepat menghafal Al-Quran.
"Nanti siapa yang mau ikut dari Inhil, lapor Pak Bupati, biar didata. Nanti sampaikan ke kami. Ini semua gratis. Dana kami yang siapkan. Anak-anak tinggal belajar saja," ucapnya.
Syamsuar memang ingin agar Riau menjadi negeri yang penuh berkah. Antara lain dengan mencetak banyak para hafidz dan hafidzah.
Bangun Jalan Tiga Kilometer
Usai meninjau rumah tahfidz sekaligus Gubri Syamsuar menyerahkan bantuan, selanjutnya bertolak ke makam Syekh Abdurrahman Siddiq.
Gubri ingin berziarah sekaligus meninjau jalan sepanjang 3 kilometer menuju makam, yang tahun lalu dibangun Pemprov Riau.
Gubri berharap, makam Syekh Abdurrahman Siddiq benar-benar menjadi tempat wisata religi. Apalagi setiap menjelang Ramadhan atau lebaran, makam Tuan Guru Sapat itu selalu ramai dikunjungi peziarah, baik dari dalam maupun luar negeri.
Selain dibangun jalan, saat ini makam juga dipugar untuk direnovasi.