Tekan Angka Kematian pada Bayi, Ini yang Dilakukan RSUD Arifin Achmad

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Sabtu, 3 September 2022 | 14:40 WIB
 Penanganan proses persalinan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. (f: riau.go.id)
Penanganan proses persalinan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. (f: riau.go.id)

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Sebagai upaya untuk menekan angka kematian pada bayi, RSUD Arifin Achmad melaksanakan pelatihan perawatan intermediet bayi prematur bagi tenaga kesehatan dokter, perawat dan bidan dari rumah sakit jaringan RSUD Arifin Achmad di kabupaten/kota di Riau.

"Sasaran pelatihan ini adalah para dokter, perawat dan bidan dari rumah sakit yang selama ini kerap mengirim pasien bayi ke RSUD Arifin Achmad. Karena selama ini RSUD Arifin Achmad menjadi pusat rujukan dari 12 kabupaten/kota, termasuk untuk penangangan bayi prematur," kata Kepala instalasi neonatus RSUD Arifin Achmad dr Nazardi Oyong Sp.A

"Kasusnya bermacam-macam yang kami terima, seperti bedah anak, bayi prematur, jantung anak dan lainnya," katanya di Pekanbaru, Jumat 2 September 2022.

Menyoal kasus bayi yang meninggal dunia saat akan dilahirkan, seperti yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) baru-baru ini, dr. Oyong menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.

Dikatakan, untuk mengetahui kondisi bayi dalam kandungan, ibu hamil diminta untuk rutin melakukan cek kandungan saat hamil, dimana minimal ibu hamil melakukan cek kondisi kehamilan sebanyak tiga kali.

"Sebaiknya ibu hamil itu melakukan cek kandungan minimal tiga kali, yakni pada tri semester pertama, kedua dan ketiga," katanya.

Bahkan, lanjut dr Oyong, lebih bagus pada tri semester ketiga pemeriksaan lebih sering dilakukan. Karena dengan demikian, dokter bisa melihat apakah ada masalah atau tidak pada kandungan tersebut. Seperti posisi bayi tersebut apakah sudah sesuai umur kandungan atau tidak.

"Jadi posisi bayi itu bisa diketahui saat kontrol, kalau posisinya tidak memungkinkan untuk lahiran normal maka bisa dioperasi. Tapi kalau mendadak-dadak, payah juga kalau mau dilihat, karena sudah pertaruhan hidup dan mati saat akan melahirkan," ujarnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X