Karhutla Dumai Mulai Terkendali, Kapolda Riau: Kolaborasi Jadi Kunci

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Jumat, 27 Maret 2026 | 17:53 WIB

 

 

DUMAI, RIAUSATU.COM - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, untuk memastikan penanganan karhutla berjalan maksimal di lapangan, Jumat 27 Maret 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Irjen Herry didampingi oleh Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung serta unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga relawan yang selama ini terlibat dalam upaya pemadaman.

Kehadiran Irjen Herry guna memastikan langsung kondisi riil di lapangan. Bahkan, bersama Rocky Gerung, Irjen Herry turun ke titik api dan ikut dalam proses pemadaman bersama tim gabungan.

Berdasarkan data terkini, di wilayah Dumai masih terdapat 11 hotspot, dengan rincian 2 titik di Dumai Timur dan 9 titik di Medang Kampai, dengan status kategori medium. Sementara total luas lahan terdampak kebakaran mencapai sekitar 87,25 hektare.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan tren yang mulai terkendali. Jumlah titik api yang sebelumnya mencapai puluhan kini mulai menurun secara signifikan.

Kapolda Riau menegaskan, kehadirannya di lokasi merupakan bagian dari upaya memastikan penanganan berjalan secara nyata dan terkoordinasi.

“Hari ini saya hadir langsung di lokasi di Kecamatan Dumai Timur. Saya didampingi oleh Pak Rocky dari Tumbuh Institute yang sejak beberapa hari terakhir terus bersama kami, mulai dari Rupat, Pelalawan, hingga hari ini di Dumai,” ujar Irjen Herry.

Irjen Herry menekankan bahwa capaian penurunan titik api tidak terlepas dari kerja kolaboratif lintas sektor yang terus dijaga di lapangan.

“Di Dumai Timur ini ada penurunan yang cukup signifikan. Dari sebelumnya puluhan titik api, alhamdulillah saat ini tinggal delapan titik yang terus kita tangani. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh unsur, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA, relawan, hingga dukungan pihak swasta,” jelasnya.

Menurutnya, kunci utama dalam penanganan karhutla adalah kerja bersama yang tidak terputus, serta kemampuan merespons cepat setiap kendala di lapangan.

“Kita tidak bisa bekerja parsial. Semua harus gotong royong. Apa yang menjadi kendala di lapangan harus segera kita jembatani, baik dari sisi peralatan, dukungan water bombing, maupun langkah-langkah lain seperti modifikasi cuaca yang sudah kita komunikasikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih cukup berat, terutama memasuki periode puncak musim kemarau pada pertengahan tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X