Buka Musrenbang, Gubri: Hari Ini Banyak Wajah Bupati dan Wali Kota yang Masam karena Kondisi Fiskal

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 30 Juni 2025 | 20:30 WIB
Gubri Abdul Wahid. (f:  ist)
Gubri Abdul Wahid. (f: ist)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid menegaskan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bukan sekadar agenda tahunan semata, mellainkan forum penting untuk menyatukan pemikiran dan tekad dalam menentukan arah pembangunan Riau selama lima tahun ke depan.

"Hari ini saya tegaskan, Riau tidak bisa dibangun dengan cara biasa-biasa saja. Kita dihadapkan pada tantangan nyata, seperti kesenjangan wilayah, layanan dasar yang belum merata, ancaman lingkungan, perubahan iklim, hingga ketergantungan ekonomi pada sektor primer tanpa nilai tambah," ujar Gubri Wahid di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (30/6/2025).

Ia menyampaikan, pendekatan pembangunan tidak hanya akan difokuskan pada fisik dan ekonomi. Namun, juga sosial budaya, ekologi, dan keseimbangan antarwilayah.

"RPJMD 2025 hingga 2029 kali ini mengusung visi besar, "Riau Bedelau", yakni Riau yang berbudaya melayu, dinamis, ekologis, religius dan maju," sebutnya, dilansir riau.go.id.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa komitmen Riau untuk menurunkan emisi karbon sebesar 200 ribu ton per tahun memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Jika dihargai sekitar USD 20 per ton, maka potensi penerimaan daerah bisa mencapai Rp4 triliun per tahun.

"Penurunan emisi ini adalah bagian dari komitmen kita terhadap perjanjian Paris Agreement. Negara-negara maju harus mendukung negara berkembang seperti kita, dan menjaga hutan serta lahan bisa menjadi nilai tambah ekonomi," ujarnya.

"Saya tahu, hari ini banyak wajah-wajah bupati dan wali kota yang masam karena kondisi fiskal. Tapi mudah-mudahan, ke depan bisa tersenyum. Kita ingin anak-anak Riau, dari pesisir hingga pedalaman, benar-benar merasakan hasil pembangunan secara adil dan merata," imbuhnya.

Gubri Wahid berharap dengan adanya Musrenbang ini, pembangunan Provinsi Riau bisa diselesaikan secara bersama. Serta, ia mengajak seluruh peserta forum untuk menjadikan dokumen RPJMD bukan sekadar rencana, tetapi pedoman kerja nyata yang mencerminkan kepentingan masyarakat luas.

"Saya berharap dengan Musrenbang ini, diharapkan arah pembangunan Provinsi Riau ke depan semakin terarah, inklusif, dan berkelanjutan, dengan kerjasama kita semua," pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X