Sebaliknya, penilaian negatif diberikan oleh publik yang berafiliasi dengan PDIP, PAN, PPP, PKB, dan Partai Hanura.
Dari aspek usia, papar Albion, mereka yang berusia di bawah 19 tahun (generasi Z), 20-39 tahun (milenial), dan di atas 50 tahun menilai positif terhadap kinerja Pemprov Riau.
Sedangkan usia 40-49 tahun (generasi X), menilai negatif terhadap kinerja Pemprov Riau.
Terakhir, Albion memaparkan tingkat kepuasan publik terhadap isu-isu strategis terhadap pembangunan di Provinsi Riau.
Publik Riau puas (di atas 50 persen) terhadap delapan isu strategis yakni penanganan Covid 19, pendidikan murah, pemberantasan pungli, pembangunan jalan/infrastruktur, transportasi publik, penanganan bencana, jaminan keamanan, dan akses air bersih.
Sedangkan tujuh isu strategis lain, publik Riau menyatakan tidak puas.
Masing-masing isu tersebut adalah ketersediaan pangan, pemberantasan korupsi, penyediaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, rekrutmen PNS tanpa suap, kemudahan berobat di rumah sakit, dan kemudahan perizinan dan administrasi kependudukan.
'Top three atau tiga teratas ketidakpuasan publik adalah ketersediaan bahan pokok, pemberantasan korupsi dan penyediaan lapangan kerja.
"Ini penilaian yang dirasakan publik di Riau,'' ujar Albion yang juga peneliti CSIS itu. ***