Kantongi Restu Kedua Orangtua, Anto Cemara Maju di Pileg 2024: Ingin Mengabdi dalam Wujud Kongkret

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Selasa, 23 Mei 2023 | 11:11 WIB
Alfianto SH alias Anto Cemara, bacaleg Partai Golkar untuk DPRD Limapuluh Kota dari Dapil Pangkalan Koto Baru-Kapur IX. (f: Dok. Pribadi)
Alfianto SH alias Anto Cemara, bacaleg Partai Golkar untuk DPRD Limapuluh Kota dari Dapil Pangkalan Koto Baru-Kapur IX. (f: Dok. Pribadi)

"Karena sejatinya saya adalah bagian dari kelompok seperti itu," katanya. "Saya bukan anak Sultan." Ayahnya, menurut Anto Cemara, hanya seorang tukang bangunan.

Sementara ibunya, menurut Anto Cemara, seorang pedagang gorengan, yang menjajakan dagangannya di lingkungan sebuah rumah makan yang sangat ramai ketika itu di Jorong Sopang, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota.

Kendati dalam kondisi keterbatasan, Anto Cemara dan saudara-saudaranya mengaku sangat bersyukur dalam mengharungi kehidupan bersama kedua orangtuanya --yang alhamdulillah sampai saat ini masih ada.

"Mereka memberi kami bekal pendidikan, walau tidak terlalu tinggi," kenangnya. Tapi, menurut Anto Cemara, bekal yang tidak kalah berharga yang ia terima adalah prinsip tidak gampang menyerah dengan keadaan.

Prinsip itu pula yang dinilai Anto Cemara  menjadi sesuatu yang sangat bernilai, yang kemudian mampu mengantarkan dirinya sukses di dunia usaha --setelah memulai dari nol, dan mengalami masa pasang-surut yang sangat panjang.

Anto Cemara enggan merinci lebih jauh soal sejauhmana kesuksesannya dalam menggeluti usaha. Ia hanya mengatakan, dunia usaha yang dicempunginya selama ini, secara finansial telah memberi lebih dari cukup untuk diri dan keluarganya.

Melawan "5:0"

Anto Cemara mengaku juga menghadapi sebuah realitas tertentu, yang makin menguatkan tekadnya bertarung merebut kursi di DPRD Kabupaten Limapuluh Kota periode 2024-2029.

"Realitas itu menyakitkan," ungkap Anto Cemara. Ia menyebut terjadinya banyak ketimpangan pembangunan antara dua kecamatan bertetangga, yaitu Pangkalan Koto Baru dan  Kapur IX, yang tergabung dalam satu dapil.

"Kami di Kecamatan Pangkalan Koto Baru jauh tertinggal di hampir semua sektor pembangunan," katanya. Anto Cemara menyebut contoh pembangunan di bidang infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.
"Kalau di Kapur IX jalan-jalan sudah sampai ke lokasi usaha tani masyarakat," katanya. Sehingga, menurut Anto Cemara, masyarakat merasakan kemudahan dalam melakukan usaha tani.

Begitu pun rekrutmen tenaga honorer di instansi-instansi pemerintah, menurut Anto Cemara, sangat jarang putera Pangkalan yang ditampung, bertolak belakang dengan putera dari Kapur IX yang banyak diterima jadi tenaga harian lepas (THL).

Anto Cemara menengarai, kondisi itu dimungkinkan oleh banyaknya putera Kapur IX yang duduk di DPRD Limapuluh Kota pada periode sedang berjalan, 2019-2024.

Dijelaskan, dari lima kursi DPRD Limapuluh Kota periode 2019-2024 untuk Dapil Pangkalan-Kapur IX, tidak satu pun yang diduduki caleg yang berasal dari Pangkalan. "Kami kalah telak 5:0," ungkapnya.

Kalau kue pembangunan sejak beberapa tahun belakangan jauh lebih banyak ke Kapur IX dibandingkan dengan Pangkalan, "Saya yakin penyebabnya karena skor yang 5:0 itu," tandasnya.

Tak ada jalan lain, menurut Anto Cemara, kalau Kecamatan Pangkalan ingin maju sudah saatnya para pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat satu persepsi untuk mendudukkan putera Pangkalan di lembaga legislatif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X