• Jumat, 12 Agustus 2022

Perempuan Harus Ambil Peran Membangun Indonesia, Kunni: Termasuk dengan Jalan Puisi

- Selasa, 5 Juli 2022 | 17:08 WIB
Ketua Penyair Perempuan Indonesia (PPI), Kunni Masrohanti. (f: istimewa)
Ketua Penyair Perempuan Indonesia (PPI), Kunni Masrohanti. (f: istimewa)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Ketua Penyair Perempuan Indonesia (PPI) Kunni Masrohanti mengajak kaumnya, terkhusus para penyair, untuk mengambil peran dalam membangun Indonesia dengan bidang yang digeluti, yakni puisi.

"Puisi bukan sekadar teks yang dibaca di ruang-ruang sunyi, lalu kembali kepada sunyi," ujar Kunni yang kerap dipanggil Presiden Penyair Perempuan, dalam perbincangannya dengan riausatu.com, Selasa (5/7/2022), di Pekanbaru.

Menurutnya, puisi adalah sebuah jalan, sebuah cara. Jalan untuk menyampaikan pesan, pendapat, pemikiran, gagasan, bahkan cara mengabadikan sebuah perjuangan.

"Perempuan, penyair perempuan, harus ambil peran agar puisi tidak hanya lagi bercerita tentang kau, aku dan rindu, tapi lebih dari itu, turut membangun Indonesia dengan jalan puisi," ungkapnya.

Diakui Kunni, persoalan pribadi sebagai perempuan yakni sebagai ibu dan istri, kerap kali menjadi alasan besar bagi perempuan berhenti dari berkarya,  termasuk penyair perempuan.

Sebuah komunitas, katanya, bisa menjadi sebuah tempat bersama untuk saling menyemangati dan berbagi sesama perempuan, dan bisa menjadi rumah perjuangan atas ruh dalam puisi yang dilahirkan.

"Lahir sebagai perempuan, kemudian menjadi ibu dan istri, memang selalu membuat kesempatan menjadi sempit. Yang semula aktif berkarya, tiba-tiba hilang seperti ditelan bumi. Banyak sekali seperti itu."

Tapi, sebutnya, perempuan yang sadar bahwa ia lahir menjadi perempuan, harus bisa mengambil kesempatan dan tahu di posisi mana ia berdiri. Terus berkarya dengan segala kekuatan dan pandai bersinergi dengan kesempatan, katanya.

PPI sendiri, sambung Kuni, merupakan perkumpulan penyair perempuan di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Komunitas sastra yang dipimpinnya sejak akhir 2018 dan memiliki anggota lebih 70 orang ini memfokuskan karya puisi yang berakar pada tradisi dan kearifan lokal. Digagas oleh Kunni yang kemudian disambut oleh penyair-penyair perempuan lainnya.

Halaman:

Editor: Novrizon Burman

Tags

Terkini

Sampah Menumpuk di Parit Samping Kantor DLHK Riau

Kamis, 4 Agustus 2022 | 14:07 WIB
X