Banjir serta Longsor Landa Padang dan Kendari

photo author
Administrator, Riau Satu
- Kamis, 1 Juni 2017 | 01:38 WIB

PADANG,RIAUSATU.COM-Hujan deras disertai dengan angin menyebabkan terjadinya banjir dan longsor di dua kota di Indonesia yakni Kota Kendari dan Kota Padang pada Rabu (31/5/2017) diduga akibat buruknya drainase perkotaan menambah banjir di perkotaan.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, banjir di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara melanda 14 kelurahan di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mondonga dan Kadia.

"Meluapnya Sungai Wanggu dan drainase perkotaan yang tidak mampu menampung aliran permukaan menyebabkan 14 kelurahan terendam banjir yang meliputi Kelurahan Kampung Salo, Kendari Cadi, Gunung Jati, Sanua, Sodoha, Tipulu, Watu-watu, Kemah Raya, Lahundate, Kuromba, Watulondo, Mandonga, Kadia dan Pondambea. Ribuan rumah terendam banjir sehingga ratusan warga mengungsi ke tempat yang aman," katanya.

Dijelaskan Sutopo, saat bersamaan longsor juga terjadi di beberapa tempat. Satu orang meninggal dunia atas nama Alma Husna (17) akibat rumahnya tertimbun longsor dan pohon tumbang di di Jalan Lasolo, Kelurahan Sanua, Kecamatan, Kendari Barat. Selain itu juga terdapat satu orang luka sedang dan satu orang luka ringan.

"Pendataan dampak banjir dan longsor masih dilakukan BPBD Kota Kendari. BPBD telah mengirimkan tim untuk melakukan penanganan kedaruratan, mendirikan posko di halaman Kantor Walikota, dan melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, SAR, dan SKPD lainnya," kata Sutopo, Rabu (31/5/2017) melalui pesan Whatsapp yang diterima riausatu.com.

Selain itu, sambungnya, banjir dan longsor juga mengepung Kota Padang Provinsi Sumatera Barat akibat hujan deras dan buruknya drainase perkotaan.

Angin kencang disertai hujan deras pada Rabu (31/5/2017) pukul 01.30 WIB hingga pukul 08.00 WIB mengakibatkan beberapa lokasi mengalami banjir, pohon tumbang, baliho roboh, tanah longsor.

Di beberapa titik ruas jalan di Kota Padang terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 50-100 cm.

"Banjir melanda 18 titik di 9 kecamatan di Kota Padang meliputi Kecamatan Padang Selatan, Padang Utara, Nanggalo, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Lubuk Begalung, Kuranji dan Bungtekab," sebutnya.

Sutopo juga mendata, sebanyak 285 jiwa (95 KK) mengungsi. Sejumlah sekolah terendam diantaranya SMP 20, SMP 25, SMP 27, SMP 40 dan beberapa sekolah lainnya.

Kondisi tersebut menyebabkan sekitar 140 ribu siswa SD dan SMP diliburkan karena banjir menggenang sekolahan dan cuaca ekstrem melanda Kota Padang.

"Banjir di Kota Padang yang terparah terjadi di Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan, ketinggian mencapai 1,5 meter. Selain itu juga terjadi beberapa titik longsor antara lain di ruas jalan Nasional Padang-Solok (Lubuk Paraku, Sitinjau laut) dan menimpa 1 unit rumah lokasi di Bukit Gates Kecamatan Padang Selatan.

"Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. BPBD masih melakukan pendataan," kata Sutopo.

Lanjutnya, BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, dan relawan melakukan pertolongan dan penyelamatan korban banjir melalui evakuasi masyarakat ke lokasi aman. Bantuan makanan siap saji dibagikan kepada masyarakat.

"Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang dipicu oleh beragam fenomena, dari daerah pertemuan angin hingga dinamika atmosfer skala yang lebih luas," imbau Sutopo.

BMKG telah memperkirakan besarnya pengaruh lokal dan tingginya pemanasan mengakibatkan periode saat ini hingga akhir Juli nanti memicu peningkatan intensitas Thunderstorm yang memungkinkan terjadi petir dan angin kencang. Dalam beberapa hari ke depan suplai uap air sebagai  pendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera masih relatif tinggi.

Diperkirakan akan terjadi peningkatan curah hujan disertai peluang kejadian angin kencang serta gelombang tinggi. Masyarakat di wilayah berikut ini agar waspada, yaitu antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

"Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan dan masyarakat di wilayah pesisir diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4,0 meter di Perairan barat Aceh, Perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Perairan selatan Pulau Sawu, Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan NTT, Laut Timor, Laut Banda, Perairan Baubau-Kepulauan Wakatobi, Perairan selatan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Leti, Perairan Kepulauan Babar-Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru," urainya.(fat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:03 WIB

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB
X